KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 12. September 2018 - 87 klik

Badan Litbang dan Inovasi KLHK Luncurkan Dua Aplikasi dan Buku Saat Rakoren 2018

BLI (Cisarua - Bogor, 12 September 2018)_Bertepatan dengan Rapat Koordinasi Perencanaan (Rakoren) Lingkup BLI Tahun 2018 di Cisarua, Bogor, Rabu (12/9/2018), Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah meluncurkan dua aplikasi yang mendukung kegiatan riset dan buku.

Dua aplikasi tersebut, yaitu Sistem Penilaian Proposal Online (Siproline), dan Sistem Informasi Jabatan Fungsional (Sijainal). Sedangkan buku yang diluncurkan adalah “Warisan Alam Wehea - Kelay”.   

“Siproline adalah sebuah aplikasi berupa Sistem Penilaian Proposal Online yang bertujuan untuk mengoptimalkan proses review (penelaahan) secara daring dalam penilaian proposal penelitian dan pengembangan bagi peneliti BLI di seluruh Indonesia,” kata Dr. Krisdianto, Sekretaris Dewan Riset BLI KLHK dalam paparannya sesaat sebelum aplikasi tersebut diluncurkan.

"Melalui Siproline, review dapat dilakukan dengan mudah secara online, dan dapat ditindaklanjuti dengan cepat untuk feedback perbaikannya," tambah Kris, nama panggilan Krisdianto. Untuk dapat mengakses Siproline di alamat: siproline.com ini, setiap peneliti BLI akan diberikan user name. 

“Tahun 2018 ini, kita mencoba suatu sistem agar proposal lebih tertata lagi. Dengan Siproline, proses penilaian proposal akan lebih terkendali karena ada tiga tahapan utama, yaitu proses review, perbaikan di bawah kendali bagian program, hingga proposal final,” lanjut Kris. Menurutnya, dengan sistem online, segala proses harus tepat waktu, jika terlambat sistem akan terkunci otomatis. 

Aplikasi lain yang diluncurkan pada kesempatan ini adalah Sijainal (Sistem Informasi Jabatan Fungsional). Sijainal merupakan alat (tools) monitoring dan evaluasi real time kondisi pejabat fungsional. Berbasis android, aplikasi berkapasitas 1,7 MB ini sudah tersedia di playstore dan siap diunduh. 

Sebagai penggagas, Priyo Kusumedi, S.Hut, MP, Kepala Bagian Umum Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta menerangkan, Sijainal dibangun untuk mendukung layanan tata kelola kepegawaian yang cepat dan akurat terhadap jabatan fungsional dengan dukungan early warning system (sistem peringatan dini) dan self assesment (penilaian mandiri). 

“Sistem ini memudahkan para pengguna, baik pimpinan instansi, pengelola kepegawaian, dan para pejabat fungsional untuk mengetahui kekurangan angka kredit, akhir TMT jabatan, pembebasan sementara dan pemberhentian permanen sebagai pejabat fungsional,” papar Priyo menjelaskan aplikasi ini. 

Mengapresiasi diluncurkannya kedua aplikasi tersebut, Sekretaris BLI, Dr. Ir. Sylvana Ratina, M.Si berharap akan dapat mengoptimalkan layanan terkait riset. “Dengan Siproline, kita berharap proposal penelitian dan pengembangan dari segi proses dan segi kualitasnya lebih baik. Demikian juga harapannya dengan aplikasi Sijainal yang merupakan proyek perubahan Pak Priyo akan dipakai di seluruh satker BLI,” kata Sylvana di hadapan sekitar 200 orang peserta Rakoren dari seluruh Indonesia.

Terkait buku yang diluncurkan, Ahmad Gadang Pamungkas, S.Hut., M.Si, Kepala Balai Litbang Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA) mengatakan, ini adalah hasil kajian lapangan yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Kawasan Ekosistem Esensial Wehea - Kelay. 

“Buku ini bercerita tentang keanekargaman hayati flora dan fauna terutama orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Satwa ini merupakan “flagship species” yang memiliki prioritas tinggi untuk dikonservasi serta nilai-nilai budaya masyarakat yang tersimpan di Bentang Alam Wehea-Kelay,“ kata Gadang sesaat sebelum buku tersebut diluncurkan. 

Menandai peluncurannya, buku tersebut diserahkan Kepala Balitek KSDA kepada Kepala BLI, Dr. Agus Justianto dalam Rapat Koordinasi Perencanaan (Rakoren) Lingkup BLI Tahun 2018.***RH