KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 03:30 pm, 12. September 2018 - 293 klik

Wujudkan BLI yang Leading the Way, Tahun 2019 BLI Fokus Tingkatkan Peran dan Kontribusi dalam Pencapaian Sasaran Program LHK

BLI (Cisarua - Bogor, 12 September 2018)_Fokus Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2018 hingga tahun 2019 adalah meningkatkan peran dan kontribusi dalam pencapaian sasaran program dan kegiatan bidang LHK, baik secara lembaga maupun secara tugas dan fungsi. Demikian arahan Kepala BLI, Dr. Ir. Agus Justianto, M.Sc, pada pembukaan Rapat Koordinasi Perencanaan (Rakoren) Lingkup BLI Tahun 2018 di Cisarua, Bogor, Rabu (12/9/2018).

Menurut Agus, ini dilakukan untuk mewujudkan BLI yang "leading the way" dalam pencapaian program Kementerian LHK sebagaimana arahan Menteri LHK bahwa setiap keputusan kebijakan lingkungan hidup dan kehutanan sudah seharusnya didasarkan kepada hasil-hasil penelitian (scientific based research).

“Sebagaimana kita ketahui, begitu banyak tantangan dan persoalan dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia. Sebagai bentuk respon atas tantangan-tantangan pengelolaan tersebut, program – program penelitian dan pengembangan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan diarahkan untuk menjawab persoalan-persoalan global dan nasional, sekaligus mendukung capaian IKU/IKK KLHK,” kata Agus kepada seluruh jajarannya.

Salah satunya, BLI telah berkontribusi dalam RKP tahun 2018 dan rancangan RKP tahun 2019 dalam mendukung kegiatan Prioritas Nasional 3 yaitu melalui kegiatan Pengkajian dan Pengembangan Ekowisata Kawasan Hutan Aek Nauli.

“Selain itu, BLI juga telah mendukung Instruksi Presiden RI terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan gambut; percepatan implementasi reformasi agraria; terwujudnya program perhutanan sosial melalui kegiatan kegiatan litbang, naskah akademik, policy brief, Kajian isu aktual  (reklamasi, merkuri, pengelolaan sampah, kualitas udara jakarta, ciliwung) dan pilot IPTEK,” kata Agus.

Agus juga menekankan bahwa penelitian harus dilakukan dengan tema/topik yang sesuai dengan prioritas pembangunan nasional, khususnya mengacu pada Rencana Strategis KLHK, mendukung program pemerintah Nawacita serta sejalan dengan skema Money Follow Program.

“Kebijakan atau skema money follow program inilah yang digunakan sebagai pendekatan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2018. Lebih lanjut, pelaksanaan RKP 2018 dilakukan dengan pendekatan Holistic, Integrative, Tematic dan Spasial (HITS) yang saat ini sedang kita jalankan,” tambah Agus.

Terkait trend anggaran yang semakin menurun, Agus berharap BLI harus selalu kreatif dan mampu berinovasi mencari alternatif sumber pendanaan lainnya untuk menunjang aktivitas utama BLI.

“Alternatif tersebut seperti Pusat Unggulan IPTEK (PUI), kerjasama-kerjasama dalam dan luar negeri yang mampu filling the gap,” kata Agus.

Menurut Agus, kegiatan di KKHDTK BLI dapat dilakukan melalui kerjasama dengan pihak lain seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dunia usaha, koperasi, masyarakat, atau lembaga internasional. Hal ini sesuai dengan Pasal 19 Permen LHK No. P.15 tahun 2018 tentang KHDTK.

Sebagai informasi, Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang dikelola oleh BLI hingga saat ini berjumlah 34 KHDTK dengan luas total 37.469 Ha. Sesuai dengan amanat Permen LHK No. P.15 tahun 2018 tentang KHDTK, pada pasal 17 disebutkan bahwa pelaksanaan kegiatan KHDTK litbang kehutanan meliputi kegiatan penelitian dasar; penelitian terapan; penelitian kebijakan; dan/atau pengembangan eksperimental.

Oleh karena itu, menurut Agus, materi yang disampaikan dua narasumber yang dihadirkan pada acara ini adalah materi yang sangat penting bagi BLI. Agus berharap jajaran lingkup BLI dapat menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menggali dan mengoptimalkan perencanaan kegiatan BLI.

Pada hari pertama, Rabu (12/9/2018), Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti membawakan materi “Prioritas Riset Nasional Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan”. Sedangkan Kepala Biro Perencanaan KLHK akan membawakan materi “Strategi Penguatan Perencanaan dan Penganggaran untuk Bidang Litbang LHK dalam Mendukung program-Program SDGs KLHK” pada hari kedua Rakoren, Kamis (13/9/2018).

“Saya berharap bahwa dalam pertemuan hari ini sampai dengan besok dapat menjadi ajang dan sarana bagi kita secara bersama – sama dapat mendiskusikan dan menyusun perencanaan kegiatan penelitian dan pengembangan dan tentunya dengan tidak melupakan unsur inovasi yang menjadi salah satu core business kita di BLI,” kata Agus sesaat sebelum membuka Rakoren bertema “Penguatan Perencanaan dan Penganggaran dalam Mendukung Capaian Target Renstra BLI 2015-2019” secara resmi.***RH