KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 02:56 pm, 12. September 2018 - 240 klik

Rakoren BLI 2018 : Penguatan Perencanaan dan Penganggaran dalam Mendukung Capaian Target Renstra BLI 2015-2019

BLI (Cisarua - Bogor, 12 September 2018)_Dalam rangka penguatan perencanaan dan penganggaran untuk mendukung capaian target Renstra 2015-2019, Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Perencanaan (Rakoren) Tahun 2018. 

“Tujuan Rakoren 2018 yaitu untuk merancang kegiatan litbang tahun 2019 dalam mendukung capaian target Renstra BLI 2015-2019, dan penyusunan sintesa RPPI tahun 2015-2019,” kata Sekretaris BLI, Dr. Ir. Sylvana Ratina, M.Si dalam laporannya selaku penyelenggara di awal Rakoren BLI, Rabu (12/9/2018). 

Melalui Rakoren ini, Sylvana berharap, output kinerja BLI dapat ditingkatkan agar lebih berkontribusi pada pencapaian program-program BLI yang telah direncanakan. Hal ini penting untuk mendukung Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 sektor LHK yang meliputi 5 Prioritas Nasional (PN), 14 Program Prioritas (PP), 29 Kegiatan Prioritas (KP), dan 60 Proyek PN.

“Dalam rancangan RKP 2019, BLI mendukung 1 Prioritas Nasional, yaitu Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi melalui Pertanian, Industri, dan Jasa Produktif. BLI juga mendukung Program Prioritas Peningkatan Nilai Tambah Jasa Produktif; dan Kegiatan Prioritas Percepatan Pengembangan 7 Kawasan Pariwisata, dan 2 Kawasan Ekonomi Khusus KEK Pariwisata, dengan kegiatan Proyek Prioritas Nasional yaitu Penerapan IPTEK Pengembangan Ekowisata Kawasan Hutan Aek Nauli, Danau Toba,” kata Sylvana.

Harapan senada juga disampaikan Kepala BLI, Dr. Ir. Agus Justianto, M.Sc kemudian, dalam arahannya sesaat sebelum membuka acara tersebut.

“Fokus Badan Litbang dan Inovasi KLHK tahun 2018 hingga tahun 2019 adalah meningkatkan peran dan kontribusi dalam pencapaian sasaran program dan kegiatan bidang LHK baik secara lembaga maupun secara tugas dan fungsi,” kata Agus kepada seluruh jajarannya.

Menurut Agus, ini dilakukan untuk mewujudkan BLI sebagai leading the way dalam pencapaian program Kementerian LHK sebagaimana arahan Menteri LHK bahwa setiap keputusan kebijakan lingkungan hidup dan kehutanan sudah seharusnya didasarkan kepada hasil-hasil penelitian (scientific based research).

Sebagai pemantik dalam diskusi yang akan dilaksanakan selama dua hari ke depan, Sylvana menyampaikan bahwa Rakoren 2018 ini juga menghadirkan dua orang narasumber dari eksternal BLI, yaitu Kepala Biro Perencanaan KLHK, dan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti.

Pada hari pertama Rakoren, Rabu (12/9/2018), Direktur Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti membawakan materi “Prioritas Riset Nasional Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan”. Sedangkan Kepala Biro Perencanaan KLHK akan membawakan materi “Strategi Penguatan Perencanaan dan Penganggaran untuk Bidang Litbang LHK dalam Mendukung Program-Program SDGs KLHK” pada hari kedua, Kamis (13/9/2018).

“Saya berharap pembahasan yang berlangsung selama dua hari ke depan, dapat menjadi forum bersama untuk dapat berdiskusi dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan,” kata Sylvana di hadapan sekitar 200 peserta yang hadir.***RH