KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita LHK
Posted by Rizda Hutagalung - 08:27 am, 10. September 2018 - 26 klik

Berkat Hutan Penelitian Arcamanik, Desa Mekarmanik Kabupaten Bandung Tak Alami Krisis Air

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Minggu, 9 September 2018. Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bandung sejak empat bulan terakhir ini rupanya tidak berdampak banyak bagi masyarakat Desa Mekarmanik. Mereka masih bisa mengaliri sawah di tengah kemelut krisis air yang terjadi. Salah satu sumber air yang terus mengalir untuk memenuhi kebutuhan mereka berasal dari Hutan Penelitian Arcamanik.
 
“Masyarakat Desa Mekarmanik sangat bersyukur dengan adanya kawasan Hutan Penelitian Arcamanik atau hutan Bosbow di desa ini. Kebutuhan air warga dapat terpenuhi meskipun sekarang sedang musim kemarau. Apalagi warga sekitar hutan mayoritas bekerja sebagai petani dan juga air yang dihasilkan cukup bersih sehingga dapat dikonsumsi oleh masayrakat,” kata Sekretaris Desa Mekarmanik, Asep Sopandi.
 
Desa Mekarmanik merupakan salah satu desa di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Di desa ini terdapat kawasan Hutan Penelitian Arcamanik yang didominasi oleh tanaman bambu seluas kurang lebih 17 Ha. Kawasan hutan tersebut dikenal masyarakat setempat sebagai Hutan Bosbow.
 
Hutan Bosbow merupakan hutan yang dikelola oleh Pusat Litbang Hutan sejak tahun 1954 dengan nama Hutan Penelitian Arcamanik. Hutan Penelitian Arcamanik atau Hutan Bosbow termasuk tipe hutan tropika basah berdataran sedang. Didominasi oleh tanaman bambu, terdapat 22 jenis bambu yang berasal dari berbagai daerah tumbuh subur di kawasan hutan ini.
 
Didominasi oleh tanaman bambu, Hutan Penelitian Arcamanik memiliki sumber mata air yang terus mengalir sepanjang musim. Bambu dikenal memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Bukan hanya sebagai salah satu produk hasil hutan kayu yang menunjang perekonomian masyarakat desa, bambu juga dikenal sebagai tanaman yang mampu menjaga ekosistem air.
 
Terkait itu, Asep berharap agar tanaman bambu di kawasan hutan tersebut bisa dikelola bersama-sama dengan masyarakat agar dapat meningkatkan perekonomian warga desa Mekarmanik. “Selain itu juga, kawasan hutan ini bisa menjadi aset yang sangat penting bagi masyarakat sehingga dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak dalam menjaga dan melestarikan Hutan Bosbow ini,” kata Asep. (***)
 
Sumber: http://ppid.menlhk.go.id/siaran_pers/browse/1493