KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 03. September 2018 - 130 klik

Di Puncak HKAN 2018, Menko Perekonomian Darmin Nasution Beri Nama “Deandra” untuk Bayi Anoa di BP2LHK Manado

BP2LHK Manado (Bitung, Agustus 2018)_Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, beserta Menko Perekonomian Darmin Nasution didampingi Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey dan Kepala Badan Litbang dan Inovasi Kementerian LHK, Agus Justianto menghadiri puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Taman Wisata Alam (TWA) Batu Putih Tangkoko Bitung Sulawesi Utara, Kamis (30/8/2018). Pada puncak HKAN ini dilakukan pemberian nama pada bayi anoa yang baru lahir di Anoa Breeding Centre (ABC) BP2LHK Manado, Rabu (25/7/2018) lalu. 

Menko Perekonomian Darmin Nasution yang didampingi Siti Nurbaya saat memberikan nama “Deandra” pada bayi anoa menyampaikan tiga pilar konservasi, yaitu perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati beserta ekosistemnya, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati beserta ekosistemnya. 

“Sejalan dengan semangat pembangunan produktif saat ini, mari kita menambahkan nilai yang lebih tinggi lagi kepada kawasan konservasi melalui pengembangan pemanfaatannya yang bersifat lestari dan berkelanjutan," lanjut Darmin. 

Hal ini senada dengan sambutan Menteri Siti Nurbaya sebelumnya yang mengatakan bahwa kehidupan kita tergantung pada alam, pada sumber daya yang dihasilkan oleh ekosistem alam, jika semua itu rusak atau musnah tentunya kehidupan kita juga akan terancam. 

“Konservasi alam itu konservasi kita. Melestarikan alam itu sama artinya dengan menyelamatkan hidup kita sekarang dan kehidupan generasi-genarasi yang akan datang. Karena itu konservasi alam itu harus terus-menerus digaungkan agar semakin banyak yang peduli dan melakukannya,” kata Siti Nurbaya. 

Menurut Siti Nurbaya, konservasi alam sudah menjadi budaya bangsa ini sejak zaman kerajaan-kerajaan dulu. “Para leluhur kita masa itu memanfaatkan sumber daya alam secara arif dan bijaksana. Mereka hidup beradaptasi dengan alam, mempelajarinya, mengembangkan dan mengambil manfaat sesuai dengan sifat dan kondisi keberadaan sumber daya alam,” tambah menteri Siti. 

Mengusung tema “Harmonisasi Alam dan Budaya”, HKAN tahun ini menyiratkan semangat ajakan untuk hidup selaras dengan alam sebagaimana telah dicontohkan oleh nenek moyang leluhur bangsa ini yang tercermin dari budayanya yang kental dengan nilai-nilai pernghargaan terhadap alam. 

Sebagai informasi, bayi anoa Deandra ini merupakan bayi ketiga yang lahir di ABC BP2LHK Manado. Sebelumnya pada 7 Februari 2017 dan 8 November 2017 di fasilitas ini telah lahir bayi anoa dan telah diberi nama "Maesa" oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, H.M Jusuf Kalla, dan yang satunya diberi nama “Anara” oleh anggota Wantimpres RI Jan Darmadi. 

Bayi anoa ketiga ini diberi nama Deandra diambil dari nama depan induk betina bernama Denok dan induk jantan Rambo untuk memudahkan dalam penelusuran keturunan. Bayi anoa betina ini lahir dengan berat sekitar 6,7 kg, panjang 60 cm, dan tinggi 55 cm dengan proses kelahiran ini berlangsung normal dan saat ini bayi anoa dalam kondisi sehat dan menunjukkan pertumbuhan yang baik. 

Beberapa agenda dalam Puncak Acara Peringatan HKAN yang berlangsung di Taman Wisata Alam Batu Putih Tangkoko, Kabupaten Bitung, Sulawesi Utaratersebut antara lain: Penyerahan Sertifikat Penunjukan ASEAN Heritage Park kepada Taman Nasional Kepulauan Seribu (Evi Haerlina) dan Taman Nasional Wakatobi (Heri Santoso) oleh Programme Coordinator ASEAN Centre for Biodiversity (Mr. Nedhen Amiel D.Sarne);  Pemberian Apresiasi Konservasi Alam 2018 oleh Menteri LHK kepada 13 penerima; Pemberian Apresiasi Desa Binaan Konservasi dan Penghargaan Kalpataru Tahun 2018 oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian kepada 10 penerima. 

Selain itu, juga dilakukan: Penyerahan Sertifikat Penghargaan kepada Gubernur Sulawesi Utara (Olly Dondokambey) atas peran aktif dalam penguatan fungsi Taman Nasional Bunaken dan melaksanakan Konservasi Jenis Exsitu Jalak Bali dan Rusa Tutul;  Penyerahan Sertifikat Penghargaan kepada Gubernur Sumatera Selatan atas peran aktifnya dalam mendukung Deklarasi Keberlanjutan Pengelolaan Cagar Biosfir dan penguatan fungsi pengelolaan taman nasional; dan Pemberian nama anoa yang baru lahir (diberi nama Deandra), pemutaran video kelahiran anoa dan penandatangan poster bayi anoa, Penyerahan miniatur hiu paus (yang ditagging di TN Teluk Cendrawasih) dan piagam, serta penyerahan foto orangutan tapanuliensis (dari Kepala BBKSDA Sumatera Utara ibu Hotmauli Sianturi) oleh Menteri LHK kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Darmin Nasution). 

HKAN yang berlangsung mulai 28 - 30 Agustus 2018 ini juga dimeriahkan dengan kegiatan pameran konservasi yg diikuti oleh beberapa Balai Taman Nasional dan Balai KSDA.*** MF