KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 03. August 2018 - 30 klik

Moral Peneliti: Bagaimana Harus Bersikap? (Sebuah Refleksi dalam Arus Individualisme dan Keberpihakan)

P3SEKPI (Bogor, Agustus 2018)_Pusat Litbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) mengadakan Sharing Knowledge, Selasa (24/7/2018). Bertempat di ruang rapat P3SEKPI Kampus Gunung Batu Bogor, acara ini menghadirkan pakar lingkungan Dr. Elviriadi, S.Pi., M.Si dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska Riau) yang berbicara mengenai hakikat dan moral peneliti.

Menurut Elviriadi, riset yang bermutu adalah riset yang energi di baliknya adalah idealisme. Itu akan menjadi energi potensial yang menggerakkan dalam melakukan riset.

“Penelitian yang banyak dilakukan, baik di kampus maupun banyak lembaga penelitian, dikarenakan tidak ada sumbu politiknya maka tidak memberikan banyak pengaruh bagi negara. Hal ini terjadi karena hanya sekedar menjalankan kewajiban yang sifatnya permukaan, misal untuk mengejar angka kredit saja (individual interest),” kata Elviriadi.

Oleh karena itu, menurut Elviriadi, moral peneliti harus dibangun, tidak berlindung pada posisi netral yang bebas nilai.

“Peneliti, intelektual, cendekiawan harus memiliki keberpihakan, mampu menyuarakan aspirasi masyarakat, dan membela kaum lemah. Seorang peneliti harus menganggap bahwa keseluruhan kehidupan adalah perjuangan, mempunyai militansi hidup untuk menggerakkan peradaban dengan temuan-temuan (invention) yang tajam,” tambah Elviriadi.

Dalam diskusi yang berlangsung sekitar dua jam ini, mengemuka beberapa hal yang harus menjadi perhatian para peneliti ke depan, terutama peneliti di kementerian dan lembaga negara. Menjaga idealisme dan semangat untuk terus menulis (produktif), cara menyampaikan pemikiran dengan baik dan lugas, proses pengambilan kebijakan dengan melibatkan peneliti sehingga kebijakan yang diambil berdasarkan bukti/hasil penelitian, bukan sekedar pembuat naskah akademik adalah beberapa hal yang harus diperhatikan. Namun akhirnya, tetap aspek politiklah yang menentukan, dan hasil-hasil penelitian haruslah bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Eksistensialisme menjadi hal yang penting karena hal tersebut mampu mendorong individu untuk lebih total, berekspresi secara penuh. Hal penting lainnya adalah sikap percaya diri. Dengan kepercayaan diri, peneliti akan mampu menerobos mencari jalan keluar sebuah permasalahan melalui ide dan gagasan/konsep/tesis.

Di era keterbukaan informasi yang dijamin undang-undang, sudah saatnya seluruh aspek di birokrasi berubah. Peneliti juga harus berbenah dan mengikuti arus perubahan tanpa menggadaikan idealisme dan keberpihakan kita. Tetaplah selalu resah, karena keresahan akan menjaga kita untuk tetap waras dan kreatif.***Muhammad Iqbal & Desmiwati