KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 01. August 2018 - 56 klik

Kelahiran Anoa di ABC BP2LHK Manado Jelang Hari Konservasi Alam Nasional 2018 Diharapkan jadi Tonggak Konservasi Anoa

BP2LHK Manado (Manado, Agustus 2018)_Banyak pihak mengapresiasi kelahiran anoa ketiga di Anoa Breeding Centre (ABC) Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado baru-baru ini, salah satunya Kepala BKSDA Sulawesi Utara, Ir. Agustinus Rante Lembang, M.Si. Dalam keterangannya kepada pers, Agustinus mengatakan, momen ini menjadi tonggak pelestarian anoa mengingat Provinsi Sulawesi Utara akan menjadi tuan rumah Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang akan dilaksanan pada bulan Agustus 2018.

“Kelahiran anoa ini adalah sesuatu yang patut kita banggakan karena anoa adalah salah satu sumber daya genetik bagi Bangsa Indonesia maupun dunia. Apresiasi yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada jajaran Tim ABC BP2LHK Manado atas kerja kerasnya karena tidaklah mudah melakukan breeding untuk anoa,” kata Agus kepada awak media.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk ketiga kalinya anak anoa (Buballus sp.) lahir dengan selamat di ABC BP2LHK Manado, Rabu, 25 Juli 2018 pukul 21.04 WITA induk anoa bernama Denok melahirkan bayi anoa betina dengan berat 6,7 kg dan panjang 55 cm di kandang ABC. Proses kelahiran berlangsung secara normal dengan bantuan  dokter Hewan dan Tim ABC.

Dalam Konferensi Pers yang dihadiri awak media lokal dan nasional, Selasa, 31 Juli 2018, Ir. Dodi Garnadi, M.Si, Kepala BP2LHK Manado mengatakan, ini adalah kelahiran ketiga anoa di ABC BP2LHK Manado yang patut disyukuri karena anoa juga digolongkan sebagai satwa terancam punah.

“Kelahiran bayi anoa ini merupakan kelahiran ketiga di ABC BP2LHK Manado setelah diresmikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya Bakar tanggal 5 Februari 2015,” kata Dodi kepada awak media.

Dodi menjelaskan, bayi anoa pertama lahir di ABC pada 7 Februari 2017 dan diberi nama Maesa oleh Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla. Bayi anoa kedua lahir pada 8 November 2017 dan diberi nama Anara oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Bapak Jan Darmadi yang didampingi Ibu Menteri LHK di ABC BP2LHK Manado pada 11 Januari 2018 lalu. 

Dokter hewan ABC, Drh. Adven TAJ Simamora yang menjelaskan kronologis kelahiran anoa melalui video singkat mengatakan. Rabu sore anoa Denok sudah menunjukkan tanda-tanda kelahiran. Puncaknya sekitar pukul 19.49 WITA,  kantong ketuban anoa Denok telah pecah.

”Setelah kantong ketuban pecah, Denok tidak menunjukkan kelahiran secara alami, dan terlihat mengalami kesulitan melahirkan. Oleh sebab itu Tim ABC memutuskan melakukan tindakan/handling,” jelas Adven.

Adven juga menambahkan, kondisi induk dan bayi anoa dari pengamatan tim dokter Hewan ABC sampai sejauh ini dalam keadaan sehat dan sudah beraktifitas normal. “Kondisi induk dan bayi anoa dari pengamatan kami sejauh ini dalam keadaan sehat dan semoga bisa terus berkembang dengan baik,” tambah Adven.

Mitra kerjasama ABC turut hadir pada Konferensi Pers kelahiran anoa yang dimoderatori Rinto Hidayat, S. Hut, Kepala Seksi Data, Informasi dan Kerjasama BP2LHK Manado ini. Imelda Tandako, Plant Manager PT. Cargill Indonesia-Amurang sebagai wakil mitra mengucapkan selamat kepada Tim ABC BP2LHK Manado atas keberhasilan kelahiran ini dan berharap semakin banyak pihak-pihak yang membantu dan saling bergandeng tangan dalam upaya pelestarian anoa ini.

”PT. Cargill berkomitmen akan membantu pelestarian anoa ini dan pada tahun ini kami akan membangun klinik hewan di ABC yang mungkin menjadi Klinik Hewan satu-satunya di Sulawesi Utara,” kata Imelda.

Seperti diketahui anoa (Buballus sp.) menjadi salah satu pengisi keanekaragaman hayati di kawasan Wallacea yang perlu diperjuangkan kelestariannya. Anoa adalah hewan endemik Sulawesi yang saat ini termasuk dalam kategori genting dan dilindungi oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Penetapan Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi. 

Selain itu, anoa juga digolongkan sebagai satwa terancam punah dalam IUCN Red List of Threatened Animal dan masuk ke dalam Appendix I CITES. Kelahiran anoa ini tentu saja membawa angin segar dan harapan baru bagi konservasi mengingat populasi anoa yang terus menurun. 

Di akhir konferensi pers, Kepala BP2LHK Manado Ir. Dodi Garnadi, M.Si menyampaikan bahwa saat ini di ABC BP2LHK Manadomemiliki 10 anoa dengan komposisi 3 jantan dan 7 betina. “Harapan kami untuk nama bayi anoa ketiga ini dapat diberikan nama oleh tokoh penting negeri ini seperti halnya kelahiran-kelahiran sebelumnya," tutup Dodi.***MF