KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 07. August 2018 - 302 klik

Bertepatan dengan 25th Anniversary P3KLL, KLHK Resmikan Komite Penelitian dan Pemantauan Merkuri di Indonesia

BLI (Serpong, Agustus 2018)_Hari ini, Selasa, 7 Agustus 2018, bertepatan dengan peringatan 25th anniversary atau hari jadi Pusat Litbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL) ke-25, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meresmikan Komite Penelitian dan Pemantauan Merkuri di Indonesia sekaligus menggelar simposium bertema “Sejarah dan Masa Depan Kerjasama Lingkungan Hidup Indonesia - Jepang.

Dalam sambutan dan arahannya yang dibacakan oleh Inspektur Jenderal KLHK sesaat sebelum acara peresmian, Menteri LHK berharap seluruh pihak yang berkaitan dengan penelitian dan pemantauan merkuri dapat bersinergi untuk membangkitkan kembali penelitian dan pemantauan merkuri di Indonesia.

“Tanpa sinergi dari seluruh pihak terkait sangatlah sulit untuk dapat mengimplementasikan Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAN-PPM),” pesan Menteri LHK yang disampaikan Ilyas Assad.

Dengan sistem yang mendukung, Menteri LHK yakin Indonesia mampu mencapai RAN-PPM. “Bila kita semua bekerja secara harmonis, satu pihak dengan lainnya saling menghormati kewenangan dan tanggungjawabnya, mengambil tanggungjawab dengan penuh kesadaran dan kebersamaan, saya yakin kita mampu melaksanakan RAN-PPM,” pesan Menteri LHK lagi kepada semua pihak terkait.

Sebagaimana diketahui, sebagai salah satu pengelolaan lingkungan hidup dalam pengendalian dan pencemaran, Pemerintah Indonesia telah meratifikasi Minamata Convention on Mercury. Program pemerintah dalam hal penghapusan dan pengurangan Merkuri ditandai dengan disahkannya Undang-undang Nomor 11 tahun 2017 tentang Pengesahan Minamata Convention on Mercury (Konvensi Minamata tentang Merkuri). 

Dalam mengimplementasikan Undang-undang tersebut, P3KLL telah menginisiasi terbentuknya Komite Penelitian dan Pemantauan Merkuri di Indonesia. Komite ini dibentuk dalam upaya mengkoordinasikan dan mengintegrasikan penelitian dan pemantauan merkuri yang ada di Indonesia.

Menyambut baik peresmian Komite Penelitian dan Pemantauan Merkuri di Indonesia ini, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Jepang, Arata Takebe menyampaikan apresiasinya kepada P3KLL atas terbentuknya Komite Penelitian dan Pemantauan Merkuri di Indonesia.

“Pemerintah Jepang sangat mengapresiasi P3KLL yang telah menginisiasi terbentuknya Komite Penelitian dan Pemantauan Merkuri di Indonesia, dan berharap lembaga ini dapat memberikan penanganan merkuri yang lebih baik, khususnya di Indonesia,” kata Arata.

Senada dengan itu, keynote speaker simposium dari Senior Representative of JICA Indonesia Indonesia Office, Tetsuya Harada, juga mengapresiasi pembentukan Komite Penelitian dan Pemantauan Merkuri di Indonesia.

“Pembentukan Komite Penelitian dan Pemantauan Merkuri di Indonesia merupakan hal yang menggembirakan dalam rangka peningkatan penelitian dan pemantauan merkuri,” kata Tetsuya.

Keynote speaker lainnya, Ir. Sarwono Kusumaatmadja selaku pelaku sejarah berdirinya Environmental Management Centre, nama P3KLL saat pertama kali diresmikan 25 tahun lalu, juga menyambut baik peresmian komite yang diinisiasi P3KLL ini.

Menurut Sarwono, ini sesuai dengan perkembangan dan tuntutan kompleksitas masalah lingkungan hidup saat ini. “Sejak 25 tahun P3KLL didirikan, sudah banyak sekali perkembangan yang harus dikelola, salah satunya Konvensi Minamata,” kata Sarwono.

Sebelumnya, dalam laporannya di awal acara, Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK, Agus Justianto menyampaikan tahapan-tahapan yang telah dilakukan oleh P3KLL dalam menginisiasi pembentukan komite ini.

“Inisiasi dimulai dari Focus Group Disscusion (FGD) internal plus pada 28 Maret 2018 di kantor KLHK Kebon Nanas Jakarta Tim dengan peserta Dirjen B3 dan Dirjen PPKL KLHK,” kata Agus di hadapan para delegasi Jepang dan undangan yang hadir dari berbagai kalangan.

Setelah itu dilakukan Expert Meeting pada 20 April 2018 di Hotel Peninsula dengan salah satu narasumbernya adalah Ir. Sarwono Kusumaatmadja. Pembahasan tersebut berlanjut dalam workshop pada 2 Mei 2018 dengan narasumber berasal dari internal KLHK, Kementerian/Lembaga (K/L), LIPI, BPPT dan NGO, sementara para stakeholder hadir sebagai peserta.

“FGD lintas K/L yang termasuk dalam anggota Komite juga dilakukan pada 23 Mei 2018. Selanjutnya, dilakukan penelaahan rancangan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang pembentukan Komite oleh Bagian Hukum dan Organisasi Tata Laksana, BLI dan selanjutnya ditelaah oleh Biro Hukum KLHK,” kata Agus.***RH