KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 31. July 2018 - 162 klik

Minimnya SDM Jadi Hambatan Pengendalian Erosi Jurang, Balitek DAS Berikan Alih Teknologi

Balitek DAS (Solo, Juli 2018)_Kepala Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) Solo, Dr. Nur Sumedi mengungkapkan bahwa saat ini pengendalian masalah erosi jurang belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah semakin berkurangnya sumber daya manusia (SDM) dalam pengendalian erosi jurang. Hal ini diungkapkannya saat memberikan sambutan dan membuka acara Alih Teknologi Pengendalian Erosi Jurang di Hotel Salaview Solo, Selasa (24/7/2018). 

“SDM di BPDASHL (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung) yang ahli dalam mengendalikan jurang semakin sedikit atau bahkan sudah tidak ada. Apabila ada kegiatan pembangunan Dam Pengendali (DPn) dan Gully plug seringkali yang menjadi perhatian hanya bangunannya saja, bukan jurangnya. Padahal tipe jurang bermacam-macam dan site specific atau tiap tipe jurang memiliki konsep penanganan sendiri-sendiri,” kata Sumedi. 

Sumedi menilai kondisi ini kritis, karena kegiatan pembangunan DPn dan Gully Plug merupakan salah satu upaya teknis untuk mengurangi terjadinya erosi jurang. Menurut Sumedi, jenis erosi ini memiliki andil yang cukup besar pada jumlah sedimen. 

Hal inilah yang melatarbelakangi Badan Litbang dan Inovasi dalam hal ini Balitek DAS Solo (Balitek DAS) mengadakan alih teknologi ini. Dengan beberapa ahli pengendalian erosi jurang yang dimiliki, Balitek DAS akan memberikan solusi sedini mungkin sehingga Dam Pengendali dan Gully Plug dapat berfungsi optimal dalam pengendalian erosi sedimentasi. 

“Penyelenggaraan kegiatan Alih Teknologi Pengendalian Erosi Jurang ini merupakan kontribusi kami dalam upaya memecahkan masalah erosi jurang. Kami berharap kegiatan ini merupakan salah satu solusi pengendalian erosi-sedimentasi yang nantinya dapat diterapkan oleh BPDASHL di seluruh wilayah Indonesia,” kata Sumedi. 

Setuju dengan apa yang disampaikan Sumedi, Kepala BPDASHL Solo, Ir. Suratman, M.Si., mengakui bahwa BPDASHL sangat kekurangan SDM dalam upaya teknis pengendalian erosi jurang. Hal ini disebabkan karena banyak SDM yang handal dalam bidang ini sudah pensiun sehingga perlu regenerasi atau diarahkan kepada yang muda agar ilmunya tidak hilang. 

“Ini penting semua dan ini tugas kita semua. Jadi mohon teman-teman yang dikirim ke sini diharapkan dalami betul ilmu ini karena tidak semua bisa. Kalau tidak tahu tanyakan,” pesan Suratman kepada jajarannya yang mengikuti kegiatan ini. 

Kepada Balitek DAS Solo, Suratman berharap untuk selalu meneruskan ide-ide dalam bentuk pelatihan atau alih teknologi untuk lebih mengembangkan ilmu pengetahuan yang dapat meningkatkan kinerja KLHK dan DAS khususnya. 

Sebagai cenderamata, di akhir acara pembukaan tersebut, Kepala Balitek DAS menyerahkan tiga buah publikasi berupa buku kepada Kepala BPDASHL Solo. Ketiga buku tersebut adalah Restorasi DAS Ciliwung; 15 Jenis Pohon Pelindung Mata Air; dan Rekayasa vegetatif untuk Mengurangi Resiko Longsor. 

Kegiatan alih teknologi yang berlangsung selama 3 hari yaitu 24 sampai 26 Juli 2018 ini diikuti sekitar 30 peserta dari BPDASHL seluruh Indonesia dan Balitek DAS Solo. Adapun materi yang disampaikan dalam bentuk teori dan praktik, meliputi: Merefresh teori dasar erosi dan jurang; Konsep dan prinsip pengendalian erosi jurang; Teknik pengendalian erosi jurang secara holistik sesuai dengan tipe jurang; Jenis-jenis bangunan pengendali erosi jurang diantaranya DPn, small gully plug, head structure, slopping grass dan saluran pembuangan air (SPA) serta bangunan lainnya. Sedangkan lokasi prakteknya ada di Desa Made, Jatisrono, dan Pandeyan.***

 

Informasi Lebih Lanjut:

Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS (Balitek DAS)

Website : http://dassolo.litbang.menlhk.go.id

Jl. Jend. A. Yani Pabelan Kotak Pos 295, Surakarta 57012, Telp.  0271 - 716709, Fax.   0271 – 716959