KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita LHK
Posted by Rizda Hutagalung - 09:47 am, 31. July 2018 - 42 klik

Gerak Cepat, KLHK Turunkan Tim Evakuasi Pendaki Taman Nasional Gunung Rinjani

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Senin, 30 Juli 2018. Pagi ini (30/07/2018), Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) KLHK, bersama TNI, Polri, Tenaga Medis dan Relawan/Pecinta Alam bergerak menuju Pelawangan Sembalun (2600 mdpl) untuk melakukan observasi dan evakuasi para pendaki, pasca gempa berkekuatan 6,4 skala richter di Provinsi Nusa Tenggara Barat kemaren. Sekitar 184 personil diturunkan menyusuri jalur pendakian yang melewati 2 jalur, Bawak Nao dan Sajang 4. 

Tim akan menyisir sepanjang jalur pendakian mencari pengunjung yang masih ada, dan membagikan logistik serta obat-obatan. “Diperkirakan tim tiba di Pelawangan Sembalun sekitar pukul 15.00 WITA, dan akan dibagi menjadi tiga kelompok”, jelas Sudiyono, Kepala Balai TN Gunung Rinjani. 

Tim A (Mapala) tetap di Pelawangan dan melakukan penyisiran korban ke lokasi sekitar Pelawangan hingga menuju Puncak Rinjani, bertugas mengamankan barang milik pendaki yang masih tertinggal. Tim B (BASARNAS, TNI, POLRI, TNGR) akan turun menuju lokasi berkumpulnya pendaki, Danau Segara Anak (2010 mdpl), dan diperkirakan tiba pukul 16.00 WITA, selanjutnya melakukan evakuasi pendaki di danau dan melakukan penyisiran di area Danau Segara Anak, Air Panas dan Gua Susu. Tim C melakukan evakuasi jika ditemukan korban meninggal.

Hingga dini hari Senin, jumlah pendaki TNGR yang diperkirakan naik sesuai daftar pengunjung adalah 820 orang. Rinciannya yang naik tanggal 27 Juli sebanyak 448 orang, dan tanggal 28 Juli sebanyak 372 orang. Jumlah ini masih bisa bertambah termasuk porter guide, serta tamu yang naik tanggal 25 dan 26 Juli. Pengunjung yang sudah terdaftar turun sampai hari Minggu, sebanyak 680 orang. 

“Diharapkan besok pagi (31/07/2018) Tim B bersama semua pendaki turun ke Pos 2 Sembalun dimana tim medis sudah standby menunggu pendaki yang membutuhkan penanganan medis”, kata Sudiyono.. 

“Selanjutnya, pendaki yang sudah turun sampai Sembalun melalui jalur Bawaq Nao, akan dijemput alat transportasi menuju ke Posko Terpadu”, lanjutnya.

Sumber: http://ppid.menlhk.go.id/siaran_pers/browse/1390