KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita
Posted by Rizda Hutagalung - 09:40 am, 31. July 2018 - 139 klik

Menteri LHK Prioritaskan Evakuasi di Taman Nasional Gunung Rinjani

Nomor : SP. 410 /HUMAS/PP/HMS.3/07/2018
Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Senin, 30 Juli 2018. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menginstruksikan jajarannya melakukan prioritas evakuasi bagi seluruh pendaki yang terjebak di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) saat gempa melanda NTB, Minggu lalu. Hingga Senin (30/7), upaya evakuasi terus dilakukan dengan melibatkan TNI, BNPB, Polri, Mapala, tim TNGR, dan pihak terkait lainnya.

"Sesaat setelah bencana, saya koordinasi terus dengan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem dan Dirjen Pengendalian Perubahan iklim. Bahkan bila perlu helikopter kita dipakai dulu untuk NTB, membantu evakuasi ataupun drop logistik bagi pendaki yang masih terjebak di dalam kawasan," kata Siti Nurbaya.

Keluarga besar KLHK juga tengah berduka, karena mendapat kabar salah satu putra dari staf Balai Litbang LHK Makassar, bernama Muhammad Ainul Takzim, meninggal dunia akibat bencana tersebut.

"Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Saya juga mengucapkan rasa dukacita yang sedalam-dalamnya pada seluruh korban, dan juga masyarakat terdampak bencana. Semoga diberi kekuatan dan kesabaran," kata Siti Nurbaya. 

Hingga dini hari Senin, jumlah pendaki TNGR yang diperkirakan naik sesuai daftar pengunjung adalah 820 orang. Rinciannya yang naik tanggal 27 Juli sebanyak 448 orang, dan tanggal 28 Juli sebanyak 372 orang. Jumlah ini masih bisa bertambah termasuk porter guide, serta tamu yang naik tanggal 25 dan 26 Juli. Pengunjung yang sudah terdaftar turun sampai hari Minggu, sebanyak 680 orang.

Saat ini masih ada yang terjebak di jalur pendakian, mereka berada di dua titik yaitu di jalur Sembalun, dan Batu Ceper.

"Untuk evakuasi ada bantuan personil Koppasus 100 orang, dan ada heli dari Kodam Udayana untuk dropping logistik pendaki yang terjebak di danau. Selain itu kami juga sudah membuka posko di kantor Balai, sebagai tempat informasi bagi keluarga," jelas Siti Nurbaya.

"Setiap dua jam saya minta selalu laporan utuh perkembangan dari lapangan," tegasnya.

Senin pagi, rencana evakuasi kembali dilanjutkan. Tim akan berangkat melalui jalur Sembalun untuk observasi dan membawa logistik. Selain tim dari Balai TNGR, dibantu juga dari TNI, Polri, tim medis, dan Mapala.

Kepala Pusdiklat LKPP KLHK bersama dua staffnya juga dilaporkan masih terjebak di kawasan Batuceper Senaru. Beberapa kali longsor masih dilaporkan terjadi dari dalam kawasan pasca gempa berkekuatan 6,4 SR yang melanda NTB.

Lokasi yang sudah dilaporkan clear dari pendaki diantaranya jalur Pelawangan Senaru-pintu Senaru, Puncak-pelawangan sembalun, dan plawangan sembalun-pos sembalun.

"Mari kita doakan bersama, semoga seluruh proses evakuasi berlangsung lancar, dan seluruh pendaki dapat turun dengan selamat. Kawasan TNGR kita tutup sementara sampai situasi benar-benar dinyatakan aman," kata Siti Nurbaya.

TNGR merupakan salah satu spot pendakian terpopuler bagi para pendaki dan pecinta alam, baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan ketinggian 3.726 meter diatas permukaan laut, lokasi ini terkenal dengan keasrian hutan dan keindahan alamnya. Rinjani sendiri merupakan gunung merapi tertinggi kedua yang ada di Indonesia.(*) 

Penanggung jawab berita: 
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 
Djati Witjaksono Hadi – 081977933330

Sumber: http://ppid.menlhk.go.id/siaran_pers/browse/1389