KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Muhamad Sahri Chair - 01:43 pm, 10. July 2018 - 121 klik

Desa Cerdas dan Kampung Iklim di Loram Wetan Kudus: Sinergi KLHK dan LIPI dalam Mengisi dan Menguatkan Kemajuan Desa

BLI (Kudus, 10/7/2018) Pelaksanaan program Desa Cerdas oleh Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) di Desa Loram Wetan, Kudus, merupakan kegiatan yang ke-2 setelah penunjukkan Kelurahan Pondok Ranji di Kota Tangerang Selatan. Program Desa Cerdas tersebut mengembangkan 4 pilar yang bertujuan untuk mewujudkan kondisi desa yang bercirikan: Smart Living/Environment; Smart People; Smart Governance; dan Smart Economy. Program desa Cerdas yang dikembangkan LIPI ini sejalan dan saling mengisi dengan Program Kampung Iklim (Proklim) yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Kunjungan lapangan ke Desa Loram Wetan pada tanggal 6 – 11 Juli, sebagai bentuk dukungan nyata Menteri KLHK terhadap program Desa Cerdas. 4 Eselon I KLHK hadir bersama untuk menindaklanjuti arahan Menteri LHK untuk mendukung Desa Loram Wetan menjadi Desa Cerdas dan Kampung Iklim”, ujar Dr. Sylvana Ratina, Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi (BLI) sebagai Ketua Tim KLHK dalam kunjungan kerja ke Desa Loram Wetan, 8/7.

Selain itu, Pemda Kudus yang diwakili oleh Sekretaris Balitbangda, juga mengapresiasi KLHK dan mengharapkan kolaborasi yang dibangun dapat ditularkan ke desa-desa yang lain.

Noor Said, ST, Kepala Desa Loram Wetan, dalam sambutannya mengungkapkan betapa besar rasa syukurnya atas terpilihnya Desa Loram Wetan sebagai Desa Cerdas sekaligus Kampung Iklim, menurutnya hal ini akan menambah gairah masyarakat untuk bersama-sama memajukan desa.

Noor Said menambahkan, saat ini Desa Loram Wetan juga telah ditetapkan sebagai Kampung Pancasila dan Desa Sadar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). “Kami menyambut baik setiap program yang dikembangkan oleh Kementerian/Lembaga agar kemajuan Desa dapat segera tercapai” tegas Noor Said dalam sambutannya.

Pada kesempatan pertemuan tersebut, secara simbolis dilakukan serah terima bibit buah-buahan mangga, jeruk nipis, jambu Kristal, dan Sawo oleh Kepala Balai Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Pemali Jratun sebanyak 1000 bibit. “Silakan mengajukan permintaan lagi apabila bibitnya kurang, yang penting harus ditanam dan dirawat, sehingga Desa Loram Wetan juga ke depannya dapat menjadi desa buah-buahan” kata Ir. Bambang Hendro, yang mewakili Kepala BPDASHL Pemali Jratun.

Selain itu dilakukan juga serah terima buku yang berasal dari Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (DItjen PPI), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BP2SDM) dan BLI. Buku yang diserahkan berjumlah 400 eksemplar dan diserahkan oleh Sekretaris BLI. Menurut Sekretaris BLI, Buku tersebut untuk tambahan koleksi perpustakaan desa. Selanjtunya, Ditjen PPI juga melakukan Identifikasi awal kesiapan Desa Loram Wetan sebagai Kampung Iklim dengan melakukan interview dan kunjungan lapangan.

Tim juga melakukan survey untuk lokasi embung desa sebagai cadangan air di musim kemarau, lokasi wisata religi Sumur Gentong, lokasi PAM desa dan calon tempat pembuangan sampah. Selain itu dilakukan uji kualitas udara dan air oleh Pusat Litbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL) untuk benchmarking kondisi sebelum pelaksanaan dan sesudah pelaksanaan program.***

Ikut Kami