KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 03:38 pm, 03. July 2018 - 67 klik

Dukung Pengelolaan Air Sungai di Indonesia, P3KLL Kembangkan Formulasi Indeks Kualitas Air

P3KLL (Serpong, 2/7/2018)_Puslitbang Kualitas dan laboratorium Lingkungan (P3KLL) telah mengembangkan formulasi indeks kualitas air (IKA) sebagai instrumen penilaian kualitas air yang mudah diaplikasikan. Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam mendukung pengelolaan air sungai yang tepat di Indonesia.

Formulasi IKA dikembangkan dengan metode penyusunan mengacu pada NSF-WQI Amerika yang telah disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Formulasi ini disusun melalui pengambilan keputusan dengan melibatkan 93 panelis terkait bidang air, yang berasal dari perguruan tinggi, instansi lingkungan, laboratorium lingkungan pemerintah dan swasta dan peneliti untuk pemilihan parameter, pembobotan dan penyusunan kurva sub indeks.

Dari hasil pengambilan keputusan melalui metode delphy ini, terpilih 10 parameter (DO, fecal coliforn, BOD, pH, COD, T-P, TSS, NO3, NH3, TDS), bobot parameter dan kurva subindeks. Tim P3KLL telah memasukkan semua persamaan matematik yang diperoleh ke dalam bentuk kalkukator program excel yang mudah diaplikasikan oleh pengguna. Dengan tersedianya kalkulator tersebut instansi lingkungan di pemerintah daerah, baik di provinsi maupun kabupaten/kota dan berbagai pihak yang berminat untuk melakukan penilaian kualitas air di wilayahnya, akan mudah mengaplikasikannya dan  mendapatkan hasil yang mudah dipahami.

Hal ini penting, mengingat negara Indonesia mempunyai banyak sungai yang tersebar di seluruh wilayahnya, baik di provinsi maupun  kabupaten/kota.  Keberadaan air sungai merupakan sumber daya alam yang perlu dijaga kelestariannya. Oleh karena itu  pengelolaan dan pengendalian  terhadap pencemaran sungai menjadi hal yang penting dilakukan di masing masing wilayah.

Untuk mengetahui apakah kondisi air sungai di suatu badan air, bagus atau tidak perlu dilakukan penilaian kualitas air. Masing-masing wilayah yang dilalui oleh badan air sungai baik di kabupaten/kota, provinsi atau pemerintah pusat seharusnya menyampaikan informasi hasil penilaian kualitas air sungai di masing-masing wilayah sebagai jaminan bahwa sungai yang ada di wilayah mereka dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai dengan kualitasnya.

Indeks Kualitas Air (IKA) merupakan salah satu intrumen sederhana yang dapat digunakan untuk penilaian kualitas air. Berbagai negara telah menggunakan instrumen IKA dalam penilaian kualitas air, namun Indonesia sampai saat ini belum menetapkan instrumen IKA sebagai metode yang digunakan untuk penilaian kualitas air.

Pemerintah baru menetapkan intrumen Indek Pencemar (IP) yang digunakan untuk melihat pemenuhan kualitas air terhadap baku mutu air yang ditetapkan. Intrumen IP ini membutuhkan semua data  parameter kualitas air yang ada dalam peraturan atau baku mutu yang ditetapkan, namun belum semua parameter dalam peraturan mampu dipantau di daerah sehingga informasi yang diperoleh untuk IP belum merepresentasikan pemenuhan baku mutu secara keseluruhan.

Hasil pemantauan kualitas air umumnya juga masih disampaikan secara parsial untuk masing-masing parameter kualitas air yang kompleks, antara lain kadar BOD, Hg, COD, Endrin, NO3, dan DDT. Informasi tersebut bagi masyarakat awam dan pengambil kebijakan akan susah dipahami sehingga diperlukan suatu hasil penilaian yang mudah dipahami.

Pengembangan instrumen IKA merupakan alternatif penilaian kualitas air yang mampu memberikan hasil penilaian yang mudah dipahami masyarakat dan pengambil kebijakan. IKA menggunakan parameter umum dan terbatas, namun tidak menghilangkan esensinya dan dapat melacak kembali komponen penyusunnya. Dengan begitu, IKA dapat digunakan sebagai acuan dalam pemilihan pengelolaan untuk peningkatan kualitas air yang tepat.***DR