KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 12:15 pm, 07. June 2018 - 79 klik

Peran Penelitian Agroforestri dalam Pembangunan Nasional Sangat Strategis

Balitek DAS (Solo, 6/6/2018)_”Penelitian agroforestri diakui berperan strategis bagi pembangunan nasional maupun pengelolaan DAS di Indonesia,” kata Prof. Dr. Ir. Mochamad Sambas Sabarnurdin, M.Sc., Dosen Silvikultur dan Agroforestri, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta saat diwawancarai Tim Majalah CerDAS (Cerita dan Informasi Seputar DAS) dan dimuat dalam majalah CerDAS Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 lalu.

Menurut Sambas, penelitian agroforestri strategis karena terkait dengan sektor pangan. Sebagaimana fitrah agroforestri adalah untuk mengembalikan atau meningkatkan fungsi konservasi tanah pertanian yang rusak. Selain itu, dewasa ini agroforestri telah diadopsi oleh masyarakat sebagai suatu sistem penggunaan lahan terpadu yang dapat meningkatkan produktivitas dan jasa lingkungan hutan serta pangan.

Oleh karena itu, Sambas berharap dalam penelitian agroforestri sedapat mungkin harus mencakup bidang teknis, manajerial dan sosial ekonominya. Sisi teknis mencakup bahan tanaman propagasi, cara penanaman, sifat tumbuh waktu muda, kapan serta cara pemanenannya.

“Sisi manajerial perlu diteliti apakah ada keahlian khusus yang diperlukan sehingga perlu pendampingan secukupnya. Sedangkan dari sisi sosial ekonomi, studi kelayakan ekonomi perlu disertakan karena sebaik apapun teknologi dan manajerial yang ditawarkan kalau tidak menguntungkan tidak akan pernah diadopsi oleh petani,” jelas Sambas.

Bahkan, saat ini pemerintah (terutama LHK) telah melihat potensi agroforestri dalam ikut memenuhi kebutuhan pangan, energi dan layanan lingkungan sesuai dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi serta kearifan lokal.

“Kehutanan telah berupaya menggabungkan peneliti yang tersebar di beberapa instansi terkait dan dengan kemitraan yang baik antar peneliti dan petani serta pengelola lahan, maka agroforestri akan menjadi bagian mainstream dalam pembangunan kehutanan dan menjembatani sektor kehutanan dan pertanian yang masih ‘terpisah’,” tegas Sambas.

Pada kesempatan tersebut, Sambas juga mengingatkan bahwa perlu diwaspadai pergeseran kebiasaan masyarakat yang cenderung merubah pola agroforestri yang bernilai diversitas tinggi kembali menjadi monokultur, sehingga arti agroforestri akan berangsur hilang.

“Ini membutuhkan kesungguhan peneliti. Topik perlu dirumuskan dengan kearifan masyarakat, karena akan sangat spesifik. Teknik yang mana akan berlaku dimana dan dalam kondisi sosek lokal yang mana. Ada prioritas yang perlu dikerjakan. keberhasilan agroforest adalah pada bagaimana upaya itu untuk dapat menambah pendapatan,” tegas Sambas.

Pada akhir wawancara, Sambas mengingatkan bahwa program riset seyogyanya harus selalu dikaitkan dengan program pembangunan daerah. Agar hasil penelitian itu bisa berkontribusi pada pembangunan dan merespon isu-isu global. Kaitan antara komponen ekologi dengan pengetahuan lokal dan kebijakan yang mendukung adalah juga kunci sukses bagi kelestarian lanskap.***

Informasi Lebih Lanjut:
Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS (Balitek DAS)
Website : http://dassolo.litbang.menlhk.go.id

Jl. Jend. A. Yani Pabelan Kotak Pos 295, Surakarta 57012, Telp. 0271 - 716709, Fax. 0271 – 716959