KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 10:14 am, 05. June 2018 - 209 klik

Kementerian Lingkungan Hidup Jepang Bersedia Berkolaborasi dengan Komite Penelitian dan Pemantauan Merkuri Indonesia Nantinya

P3KLL (Serpong, 31/5/2018)_Kementerian Lingkungan Hidup Jepang bersedia bekerjasama dalam bentuk kolaborasi riset dengan Komite Penelitian dan Pemantauan Merkuri Indonesia nantinya. Hal ini disampaikan delegasi Jepang yang dipimpin Hiroshi Ono, Deputy Director General of The Global Environment Bureau, Ministry of Environment Japan (MOEJ) pada Indonesia - Japan Bilateral Meeting on Environmental Policy, Kamis (24/5/2018) di Ruang VIP Auditorium, Manggala Wanabakti, Jakarta. 

Hal ini disampaikan Hiroshi menanggapi rencana pembentukan Komite Nasional Penelitian dan Pemantauan Merkuri yang disampaikan Herman Hermawan, Kepala P3KLL, BLI-KLHK pada sesi paparan Mercury Management and Research & Development Center for Environmental Quality and Laboratory

“P3KLL punya regulasi dan sumberdaya manusia namun masih memerlukan revitalisasi peralatan laboratorium,” kata Herman kepada delegasi Jepang dan peserta yang hadir. 

Selain itu delegasi Jepang juga sangat mendukung EMC 25th Anniversary yang akan dilaksanakan awal Agustus 2018 nanti di P3KLL, Serpong. Adapun acara tersebut akan membahas rencana konkrit upaya penanganan pencemaran di DAS Citarum, perkembangan pembuatan guidelines pembangkit energi dari sampah, kerjasama pengelolaan merkuri dan perkembangan pembentukan Komite Penelitian dan Pemantauan Merkuri.

Menyambut baik hal tersebut, Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK, Agus Justianto, selaku moderator menyatakan perlu dibuat MoU antara pihak Jepang dan P3KLL – KLHK. 

Sebagaimana diketahui, pertemuan bilateral Indonesia-Japan on Environmental Policy ini adalah implementasi Memorandum of Cooperation Indonesia and Japan yang ditandatangani oleh Menteri LHK dan Minister of Environment Japan di Tokyo, April 2017 lalu. 

Adapun tujuan pertemuan tersebut, yaitu mendiskusikan kebijakan antar kedua negara terkait lingkungan hidup; serta memberikan update status kerjasama yang sedang berjalan dan rencana kerjasama antara Kementerian LHK dan Ministry of Environment Japan (MOEJ). 

Beberapa agenda yang dibahas pada pertemuan tersebut, yaitu: Manajemen Kualitas DAS Citarum; Pengelolaan Limbah untuk Kemandirian Energi dan Makanan; Manajemen Merkuri dan Pusat Penelitian & Pengembangan Kualitas Lingkungan dan Laboratorium; Pengelolaan Danau Berkelanjutan; serta Konservasi dan Pemanfaatan  Kawasan Konservasi/Lindung.***