KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 01. June 2018 - 167 klik

Supervisi PUI Pemanfaatan Hasil Hutan Tropis oleh Kemenristek Dikti

P3HH (Bogor, 30/5/2018)_Senin (28/5/2018), Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) sebagai Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Pemanfaatan Hasil Hutan Tropis disupervisi tahap 1 oleh tim supervisi PUI Kemenristek Dikti, yaitu Aswin Firmansyah, ST, ME dan Umi Salama, S.Kom. Selain itu 2 orang tim pakar dari IPB turut mendampingi supervisi tersebut, yaitu Prof. Dr. Yusuf Sudo Hadi, M.Agr. dan Prof. Dr. Ir. Muh Yusram Massijaya, MS.

Dalam sambutannya di awali acara, Kepala P3HH, Dr. Ir. Dwi Sudharto, M.Si mengatakan, capaian P3HH terkait PUI harus dipertahankan. “P3HH ditetapkan sebagai PUI Pemanfaatan Hasil Hutan Tropis pada tahun 2017 tanpa melalui proses pembinaan. Capaian ini harus kita pertahankan,” kata Dwi kepada para peneliti dan para struktural yang hadir.

Aswin, salah satu tim supervisi menyatakan bahwa kegiatan supervisi merupakan bagian dari rangkaian pembinaan Lembaga dalam PUI. “Tujuan supervisi ini adalah kami ingin mendengar permasalahan yang dihadapi oleh lembaga dalam rangka pencapaian kinerja untuk mencapai PUI sedangkan outputnya adalah permasalahan yang dihadapi dapat disampaikan dan diberikannya masukan oleh tim pakar,” kata Aswin.

“Lembaga untuk bisa ditetapkan menjadi PUI harus memenuhi 27 indikator yang telah ditetapkan,” lanjut Aswin.

Untuk memenuhi 27 indikator tersebut, setiap lembaga wajib menyusun komponen-komponen kegiatan, namun tidak ada batasan jumlah komponen kegiatan. Tiap lembaga bisa menentukan sendiri jumlah komponen untuk bisa memenuhi 27 indikator yang telah ditetapkan oleh PUI.

Sementara P3HH memiliki 52 komponen kegiatan yang terbagi dalam 28 dalam Sourcing Absorptive Capacity, 12 dalam Research and Development Capacity dan 12 dalam Disseminating Capacity. Beberapa komponen kegiatan tersebut sudah mulai dicapai, diantaranya proses reakreditasi KNAPPP 02: 2017, Reakreditasi ISO 17025:2017, reakreditasi e-JPHH; analisis economic benefit, dan penguatan kerja sama hilirisasi.

Pada kesempatan ini, tim pakar memberikan beberapa solusi dan tips untuk meningkatkan publikasi jurnal internasional, meningkatkan jejaring kerja internasional, serta memberikan informasi event-event seminar internasional yang bisa diikuti untuk meningkatkan capaian pembicara dan pemakalah di seminar internasional.***