KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 12:08 pm, 24. May 2018 - 341 klik

Orangutan Forest School di KHDTK Samboja - Kaltim Diresmikan

Balitek KSDA (Samboja, 23/5/2018)_Sebagai tanda diresmikannya Orangutan Forest School di KM 7 Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja, Kepala Balai Litbang Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA), Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, President Four Paws International, dan Pembina Yayasan Jejak Pulang serentak menggunting pita, Kamis (17/5/2018).

Peresmian ini menandai kesiapan fasilitas sekolah hutan bagi orangutan rehabilitan. Fasilitas yang telah dibangun itu antara lain Portacamp yang berfungsi sebagai klinik, gudang buah, kamar bayi orangutan, serta ruang teknisi. Selain itu juga telah dibangun pos pengamanan, rumah pengolahan kompos, dan kandang. Beberapa fasilitas lain masih dalam proses pengerjaan.

Orangutan Forest School ini merupakan kawasan KHDTK Samboja yang dialokasikan sebagai tempat pendidikan dan rehabilitasi bagi individu orangutan secara langsung di alam. Luas area tersebut ialah 130 Ha dengan didukung 2 orang dokter hewan, 1 orang tenaga ahli perilaku satwa, 1 orang ahli biologi, 15 orang teknisi, dan disupport oleh 30 orang tenaga pengamanan sebagai pengelolanya.

Signe Preuschoft dari Jejak Pulang menyampaikan komitmennya untuk melaksanakan kegiatan rehabilitasi orangutan dan menjaga keamanan sekolah hutan. “Kami sekuat tenaga menjaga keamanan Kawasan sekolah hutan orangutan dari berbagai ancaman dengan menyiapkan tenaga pengamanan 24 jam. Kami juga memberlakukan non-contact policy bagi bayi orangutan demi keberhasilan program rehabilitasi orangutan,” kata Signe Preuschoft, ahli perilaku satwa ini.

Selama ini, bayi orangutan ditempatkan di kandang karantina yang berada di Arboretum Balitek KSDA. Setiap hari orangutan rehabilitant harus diangkut untuk menuju lokasi sekolah hutan di KM 6 dengan ditemani teknisi. Setiap individu bayi orangutan membutuhkan waktu sekitar 5-7 tahun untuk siap mandiri dan kembali dilepasliarkan di alam. Perbedaan durasi ini tergantung pada kondisi kesehatan dan kemampuan masing-masing individu.

Kompetensi minimal yang diajarkan di sekolah hutan orangutan ini antara lain pengetahuan tentang pakan, bagaimana memperoleh pakan, kemampuan memanjat, membuat sarang, serta mengenali berbagai bahaya.

Dengan tersedianya fasilitas di KHDTK Samboja, para bayi orangutan dapat langsung beraktifitas di lokasi sekolah hutan tanpa perlu mobilisasi. Hal ini akan dapat mengurangi frekuensi perjumpaan orangutan dengan manusia, sehingga mempercepat proses pendidikan orangutan untuk dapat tumbuh secara alami menyerupai kondisi alamiahnya di hutan.

Pada kesempatan ini juga diberikan dua penghargaan "Honorary Orangutan Ambassador" kepada Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi dan Justiani Liem atas dukungan dan kepeduliannya terhadap konservasi orangutan khususnya di Yayasan Jejak Pulang.***