KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 11:05 am, 18. May 2018 - 187 klik

Pemkab Wonogiri Sambut Baik Program Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Litbang di KHDTK Wonogiri

B2P2BPTH (Wonogiri, 16/5/2018)_Pemerintah Kabupaten Wonogiri menyambut baik Pencanangan Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Pengembangan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Wonogiri. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa di KHDTK Alas Kethu Wonogiri, Selasa (15/5).

Edy mengatakan, kegiatan Ekspose dan Pencanangan Model Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Litbang di KHDTK Alas Kethu Wonogiri ini sangat sesuai dengan visi misi Kabupaten Wonogiri. “Visi Kabupaten Wonogiri tahun 2016-2021 adalah membangun Wonogiri sukses, berbudaya, berkeadilan, berdaya saing dan demokratis,” jelas Edy.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Kepala Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH), Ir. Tandya Tjahjana, M.Si yang mengatakan bahwa untuk mengoptimalkan peran KHDTK disusunlah model pengembangan dan pemanfaatan hasil litbang di KHDTK. Dengan adanya model, diharapkan rencana pengembangan dan pemanfaatan hasil litbang di areal KHDTK menjadi tertata dengan baik.

“Pemanfaatan oleh pengguna hasil litbang (user) lebih luas, ancaman keamanan dan kebakaran bisa dikendalikan, penyebarluasan informasi (diseminasi) hasil-hasil penelitian lebih maksimal, adanya inovasi diseminasi, organisasi dan juga meningkatnya sumberdaya manusia pengelola KHDTK,” harap Tandya.

Sementara itu Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Dr. Agus Justianto, mengatakan bahwa KHDTK Wonogiri sangat berpotensi untuk kegiatan litbang bidang konservasi sumber daya genetik, bioteknologi dan pemuliaan jenis-jenis tanaman penghasil bahan baku industri, kayu pertukangan dan kayu energi serta hasil hutan bukan kayu. 

“Untuk itu, maka diperlukan pengelolaan secara terpadu meliputi berbagai aspek permasalahan di bidang kehutanan yang terkait hutan penelitian sebagai laboratorium penelitian, produksi, lingkungan dan sosial ekonomi, tanpa meninggalkan peran serta masyarakat dan stakeholders yang ada,” kata Agus.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, melalui Pencanangan Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Litbang di KHDTK Wonogiri ada empat nilai positif sekaligus menjadi harapan, yaitu: informasi hasil riset atau IPTEK perbenihan dan pengelolaan sumber benih yang sudah tersertifikasi dapat tersebarluaskan kepada pengguna dan masyarakat umum sehingga dapat mendukung kebutuhan pemenuhan sumber benih unggul di hutan tanaman di Indonesia.

Selain itu, terwujudnya pelestarian budaya lokal, tumbuhnya tempat wisata baru yang diikuti tumbuhnya berbagai usaha kecil yang berkembang di wilayah, secara otomatis kesejahteraan akan meningkat.

Nilai positif lainnya adalah pengembangan model akan melibatkan masyarakat sehingga menciptakan peluang usaha masyarakat sekitar untuk penyediaan jasa terkait wisata seperti konsumsi, transportasi, guide, dan lain-lain. Selain itu diharapkan dapat bersinergi dengan pengembangan usaha jasa lingkungan yang dikembangkan oleh Dinas Pariwisata serta lembaga diklat yang ada di Kabupaten Wonogiri.

Yang terakhir, dengan digulirkannya program tersebut akan mempercepat tercapainya program Pengembangan Hasil Litbang dan Wisata Ilmiah di KHDTK Wonogiri. Diharapkan akan terjadi peningkatan kunjungan wisatawan di Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Agus, keempat nilai positif tersebut dapat dicapai apabila ada sinergi dan kolaborasi antar pihak terkait dalam pengelolaan KHDTK Alas Kethu Wonogiri. “Harapan ke depan model ini dapat menjadi percontohan dalam pengembangan dan pemanfaatan KHDTK-KHDTK lain di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” kata Agus.

Pencanangan Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Litbang di KHDTK Wonogiri ini ditandai dengan pelepasan burung secara bersama-sama oleh Kepala BLI dan Wakil Bupati Wonogiri, didampingi beberapa pejabat/tamu undangan.

Pada kesempatan ini, Kepala BLI juga menyerahkan benih unggul hasil penelitian B2P2BPTH yaitu benih Acacia mangium dan sengon kepada Wakil Bupati Wonogiri, BPDASHL Solo, BPDASHL Pemali Jratun, dan BPDASHL SOP.

Selain itu juga disampaikan paparan singkat tentang succes story penelitian yang dilakukan di KHDTK Alas Kethu Wonogiri oleh Dr. Arif Nirsatmanto, dan paparan terkait konservasi tanaman oleh Yayan hadiyan, S.Hut.,M.Sc. Keduanya adalah peneliti B2P2BPTH.

Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon langka diantaranya gandri, nogosari, sala dan santen. oleh Kepala BLI, Wakil Bupati Wonogiri, Kepala B2P2BPTH, Kepala Divisi Regional Perum Perhutani Jawa Tengah, dan para tamu undangan.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Klinik Lingkungan dan Kehutanan dan Mitigasi Bencana UGM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Wonogiri, Kepala UPTD Perbenihan Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur, Kepala KPH Perhutani Surakarta, Kepala Taman Satwa Taru Jurug Surakarta, Kepala Komando Rayon Militer 08/Giriwoyo Wonogiri, Kepala Polisi Sektor Wonogiri, Camat Wonogiri, Kepala Desa Giriwono dan Kepala Balai lingkup BLI Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.***MNA