KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 11:29 am, 17. May 2018 - 173 klik

Enam Lembaga PUI Tandatangani Kesepakatan Sinergi Pengembangan Desa Mandiri Berbasis Aren

P3HH (Bogor, 16/5/2018)_Bertempat di Kebun Raya Bogor, Selasa (15/5/2018) enam lembaga Pusat Unggulan IPTEK (PUI) telah melaksanakan penandatangan kesepakatan sinergi Pengembangan Desa Mandiri Berbasis Aren di Boalemo. Enam lembaga PUI tersebut, yaitu Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH), Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMG), Pusat Penelitian Kimia (P2Kimia), Pusat Penelitian Politik (P2P), Balai Besar Industri Agro (BBIA) dan Balai Penelitian Palma (Balit Palma).

Acara penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan serangkaian dengan Rapat Kerja dan Silaturahmi Litbang Unggul Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Sebagaimana diketahui, kegiatan pengolahan aren menjadi bioetanol telah diinisiasi oleh P3HH, salah satu Pusat Litbang Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK dan diluncurkan pada Oktober 2017. Pada Maret 2018 lalu, keenam lembaga PUI yang bersinergi ini berkomitmen untuk mendukung dan berkontribusi sesuai bidang masing-masing.

P3HH KLHK berperan aktif dalam koordinasi, aplikasi IPTEK dan formulasi bioethanol. PPPTMG Kementerian ESDM secara bertahap akan menyediakan 204 unit kompor bioetanol. P2Kimia LIPI akan mendukung aplikasi teknologi peningkatan kualitas bioetanol fuel-grade. P2P menyusun rekomendasi regulasi Peraturan Daerah/Peraturan Bupati terkait tata niaga, BBIA Kementerian Perindustrian berperan dalam pengujian produk pangan. Sedangkan Balit Palma Kementerian Pertanian akan mendukung penyiapan varietas aren unggul.

Pada kesempatan ini, Kepala P3HH, Dr. Ir. Dwi Sudharto, M.Si menyampaikan testimoni dan laporan Pengembangan Desa Mandiri Aren di Boalemo. Dwi mengatakan, pengembangan Desa Mandiri Berbasis Aren merupakan contoh nyata aplikasi IPTEK dan inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memanfaatkan potensi aren yang sangat melimpah di Kabupaten Boalemo.

“Di Boalemo terdapat lima belas ribu pohon aren alam siap sadap yang mampu menghasilkan 300.000 liter nira aren per harinya,” kata Dwi.

Nira aren dapat diolah menjadi berbagai diversifikasi produk yaitu bioethanol sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga dan pangan (gula semut fungsional dan nata pinnata). Sedangkan buahnya dapat diolah menjadi manisan kolang kaling.

Lebih lanjut Dwi menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Boalemo sangat mendukung pengembangan Desa Mandiri Berbasis Aren di Boalemo ini karena dipandang mampu mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan dan mengoptimalkan sumber daya yang telah tersedia di alam secara melimpah.***