KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 09:39 am, 17. May 2018 - 147 klik

Forest Ranger ORC Evakuasi Ular Sanca Batik dari Arboretum Balitek KSDA

Balitek KSDA (Samboja, 15/5/2018)_Kamis malam (10/5), petugas pengamanan yang sedang melakukan patroli di Orangutan Research Center dikejutkan dengan adanya ular sanca batik (Python reticulatus) yang melintas di kandang karantina orangutan di Arboretum Balitek KSDA. Meskipun dengan keterbatasan alat, dan kondisi gelap, akhirnya dengan melibatkan beberapa orang, ular tersebut berhasil diamankan.

Ular dengan ukuran diameter 20 cm dan panjang 5 meter itu berbahaya bagi manusia. Meskipun tidak berbisa, namun kekuatan lilitan otot ular sanca dewasa mampu melumpuhkan seorang manusia dewasa dan memangsanya. Oleh karena itu, ular tersebut kemudian dilepaskan di Tahura Bukit Soeharto yang jauh dari kawasan pemukiman warga.

Evakuasi satwa liar ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh Balitek KSDA dan Yayasan Jejak Pulang. Senin (19/3) lalu, tim Forest Ranger ORC membantu melepaskan beruang muda yang terkena jerat babi hutan yang dipasang warga di KM 7. Kemudian Rabu (30/3) lalu, tim peneliti Balitek KSDA juga mengamankan buaya muara yang masuk ke pemukiman warga di Teluk Pemedas Kecamatan Smaboja dan diserahkan ke BKSDA Kaltim. Terakhir, Rabu (25/4) tim Jejak pulang mengevakuasi seekor individu bekantan yang berada di persawahan warga di KM 30 Kelurahan Karya Merdeka ke Habitatnya di Sungai Hitam Samboja.

Menurut dokter hewan Yayasan Jejak Pulang, drh. Anne, ular tersebut belum lama berganti kulit dan sedang mencari mangsa. Hal ini terlihat dari kenampakan kondisi kulit yang sangat bagus serta agresivitas gerakannya.

“Ular ini belum lama berganti kulit dan oleh karenanya dia butuh mangsa untuk mengembalikan tenaganya. Selain itu, terlihat gerakannya yang agresif menunjukkan bahwa dia lapar,” kata drh. Anne.***