KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 09:40 am, 16. May 2018 - 131 klik

Lokakarya Pemantapan Isu-isu Strategis untuk Penyusunan Renstra Balitek KSDA

Balitek KSDA (Samboja, 14/5/2018)_Menindaklanjuti Workshop Penggalian Isu-isu Strategis bersama pihak LSM dan swasta, Kamis (3/5) lalu, Balai Litbang Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA) menyelenggarakan Lokakarya Pemantapan Isu-Isu Strategis untuk Penyusunan Renstra dengan mengundang para pihak dari pemerintah dan akademisi.

Acara yang difasilitasi oleh The Nature Conservancy (TNC) Indonesia digelar di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Rabu (9/5). Kepala Balitek KSDA, Ahmad Gadang Pamungkas terlebih dulu menyampaikan monitoring dan evaluasi capaian Renstra Balitek KSDA 2015-2019 serta rencana tahapan penyusunan Renstra Balitek KSDA 2020-2024.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua setelah minggu lalu kami mengadakan workshop dengan mitra dari LSM dan swasta. Harapannya pertemuan hari ini lebih memantapkan isu-isu yang sudah muncul minggu lalu disinkronkan dengan arah kebijakan pemerintah,” kata Gadang.

Hadir sebagai narasumber pada acara lokakarya kali ini yaitu Jonny Holbert Panjaitan, Kabag. Program dan Kerjasama, Sekretariat Badan Litbang Inovasi (BLI) dan Wiwied Widodo dari Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati.

Jonny menyampaikan materi terkait arahan kebijakan litbang dan inovasi periode 2020-2024. Dalam paparannya, Jonny menyampaikan skema dukungan kebijakan pemerintah dalam Prinas dan RKP yang bersifat dinamis, serta sinkronisasi RPPI sebagai induk setiap kegiatan litbang UPT di daerah.

Jonny juga mengapresiasi inisiatif Balitek KSDA menyelenggarakan pertemuan ini. “Kegiatan ini sangat bagus untuk menjaring isu dan permasalahan di lapangan sehingga penyusunan Renstra balai maupun BLI tidak hanya secara top down tapi juga bottom up,” kata Jonny.

Narasumber lainnya, Wiwied Widodo menyampaikan paparan “Arah Kebijakan KSDAE Periode 2020-2024”. Lebih jauh Wiwied menyoroti tentang kekayaan sumberdaya genetik hutan Indonesia serta beberapa contoh pemanfaatannya.

“Banyak sekali potensi sumberdaya genetik yang kita miliki yang belum kita ketahui manfaatnya. Bahkan banyak negara lain yang menginginkan mendapatkan material sampel dari negara kita untuk kegiatan penelitian,” kata Wiwied.

Hadir dalam lokakarya ini Dinas Kehutanan Propinsi Kaltim, P3E Kalimantan, UPT Kementerian LHK dan KPH lingkup Kalimantan. Perwakilan pihak swasta, LSM, forum lembaga dan akademisi yang hadir dalam workshop sebelumnya juga diundang kembali.

Beberapa isu yang mengemuka dalam lokakarya ini diantaranya terkait penelitian keanekaragaman hayati, FEM (food, energy, and medicine), kebijakan konservasi, kajian sosial ekonomi, kuota ekspor satwa, database dan knowledge management, konflik SDA, dan lokus penelitian di Taman Nasional.

“Usulan-usulan bapak ibu akan kami kolaborasikan dengan rencana penelitian yang kompatibel dengan sumberdaya yang ada di Balitek KSDA. Ini menjadi satu proses yang penting dan membantu sekali dalam proses penyusunan rencana penelitian kami ke depan,” kata Ahmad Gadang di akhir acara lokakarya.***