KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 02:31 pm, 14. May 2018 - 56 klik

197 Mahasiswa Kehutanan ULM Praktekkan Empat Mata Kuliah di BP2LHK Banjarbaru

BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, 9/5/2018)_Dalam rangka kuliah lapang, 197 orang mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat berkunjung ke Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru. Didampingi enam orang dosen pengajar, kuliah lapangan ini dilaksanakan di arboretum BP2LHK Banjarbaru, Jumat (4/5).

Kegiatan yang dilaksanakan merupakan kuliah lapangan dari empat mata kuliah yaitu Perlindungan Hutan, Hama Penyakit Hutan, Teknologi Persemaian dan Teknologi Benih. Kuliah lapangan ini penting agar para mahasiswa mengetahui bagaimana prakteknya dari teori yang sudah mereka dapatkan di perkuliahan.

197 mahasiswa tersebut adalah gabungan dari mahasiswa dari empat mata kuliah tersebut. 123 mahasiswa mengikuti mata kuliah perlindungan hutan, 48 mahasiswa mengikuti mata kuliah hama penyakit hutan, 40 mahasiswa mata kuliah teknologi persemaian, 3 mahasiswa teknologi benih, dan 15 mahasiswa dari jalur ekstensi.

“Salam Rimbawan,” pekik Ir. Tjuk Sasmito Hadi, MSc, Kepala BP2LHK Banjarbaru mengawali sambutannya, disambut dengan salam yang sama dari ratusan mahasiswa. Selanjutnya Tjuk mengingatkan kembali fondasi awal ilmu kehutanan yang harus dikuasai oleh mahasiswa, sehingga dapat memahami prakteknya di lapangan.

“Kami berterimakasih atas sambutan hangat dari BP2LHK Banjarbaru, saya harapkan semua mahasiswa memanfaatkan kuliah lapang ini untuk mempraktekkan ilmu yang sudah didapatkan,” kata Dr. Emy Winarni selaku perwakilan Dosen Mata Kuliah.

Untuk mata kuliah perlindungan hutan, para mahasiswa melakukan praktek pengendalian kebakaran hutan. Eko Priyanto, S.Hut dan Dian Cahyo Buwono, teknisi litkayasa BP2LHK Banjarbaru menunjukkan  kepada para mahasiswa tentang penggunaan alat pemadaman kebakaran hutan, diantaranya pompa gendong, stick jarum dan teknik-teknik pengendalian kebakaran hutan di lapangan.

Fajar Lestari, S.Hut, peneliti BP2LHK Banjarbaru dan Edi Suryanto, teknisi BP2LHK Banjarbaru membimbing para mahasiswa mengamati dan  mengidentifikasi jenis kerusakan akibat hama/penyakit pada tanaman di persemaian untuk mata kuliah hama penyakit hutan. Mahasiswa yang hadir dibagi empat kelompok yang dibedakan berdasarkan jenis tanaman yang diamati. Jenis yang diamati yaitu belangeran (Shorea balangeran), alaban (Vitex pubescens), gaharu  (Aquilaria malaccensis), dan mersawa (Anisoptera marginata).  

“Setiap kelompok mengisi thally sheet untuk mendeskripisikan tanda gejala, kerusakan dan jenis hama/penyakit yg menyerang tanaman,” kata Fajar .

Sementara mata kuliah teknologi persemaian dibimbing oleh teknisi dari BP2LHK Banjarbaru yaitu Budi Hermawan dan Arif Susianto. Praktek yang dilakukan adalah membuat stek pucuk. Para mahasiswa antusias mengikuti tahapan pembuatan stek pucuk ini.

Terakhir sebagian mahasiswa melakukan praktek isolasi mikoriza dan isolasi fungi endofit di laboratorium mikrobiologi hutan, yang dibimbing langsung oleh Tri Wira Yuwati, peneliti bersama teknisi litkayasa Ahmad Ali Musthofa dan Gravi margasetha.***