KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Muhamad Sahri Chair - 08:29 am, 24. April 2018 - 146 klik

Sambut APRS 3rd, BLI Selenggarakan Diskusi Penerapan REDD+

P3SEKPI (Yogyakarta, 23/4/2018)_Menuju 3rd Asia Pacific Rainforest Summit 2018 (APRS 3rd), Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi (BLI) menyelenggarakan pra-acara dalam bentuk diskusi. Agenda yang dihelat di Hotel Alana, Yogyakarta, 22/4, dihadiri oleh berbagai kalangan, baik dari Kementerian dan Lembaga (K/L) maupun peneliti. Pertemuan ini diharapkan mampu memberikan wawasan penting untuk APRS 3rd, yang dilaksanakan dua hari ke depan, 23-24 April 2018.

Berjudul “Scientific Dialogue on REDD+ Implementation at Sub-National Level”, pertemuan berfokus pada dikskusi pengalaman penerapan REDD+ di tingkat sub nasional, termasuk tantangan dan peluangnya. Tak ketinggalan, acara ini juga dihadiri oleh lembaga Center for International Forestry Research (CIFOR) dan World Bank.

Dalam pembukaan, Dr. Agus Justianto, Kepala BLI sangat mememahami bahwa REDD+ merupakan skema yang penting, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga untuk dunia. “REDD+ sangat penting untuk  merekonsiliasi pembangunan ekonomi dan konservasi, terutama aksi mitigasi perubahan iklim, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia,” kata Agus.

Agus menegaskan, BLI perlu menaruh perhatian dan upaya yang kuat untuk menyukseskan hal tersebut.

Menurutnya, bahwa dalam mempersiapkan REDD+ di tingkat nasional, dibutuhkan usaha yang terus-menerus, salah satunya adalah penyelenggaraan acara ini. “Acara ini adalah bagian dari upaya kami untuk menjadikan REDD+ berhasil,” tambah Agus.

Agus pun menyampaikan terima kasih kepada CIFOR dan World Bank atas dukungan kuat mereka dalam penyelenggaraan pra-acara ini. Ia juga senang, karena kembali bertemu dengan orang-orang yang turut berjuang dalam penerapan REDD+ di Indonesia.

“Saya senang melihat begitu banyak wajah yang dikenal, yang telah bekerja sama untuk mengelola implementasi REDD+ di tingkat sub-nasional,” katanya.***FF