KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 19. April 2018 - 352 klik

Pemda Bulukumba Akan Mereplikasi PLTMH Berbasis Partisipasi Masyarakat Menjaga Hutan, Inovasi Litbang KLHK

 

BLI (Bulukumba, 18/04/2018)_Pemerintah Bulukumba akan mereplikasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berbasis partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan hutan, yang merupakan inovasi Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hal ini disampaikan Bupati Bulukumba, Sukri Sappewali menyambut audiensi Kepala BLI dan jajarannya beserta rekan-rekan media dalam rangkaian Press Tour BLI di Rumah Jabatan Bupati Bulukumba, Rabu (18/04/2018) malam. 

“Ini sangat bermanfaat sekali. Saya berterima kasih kepada Badan Litbang KLHK, khususnya Balai Litbang LHK Makassar yang telah menghasilkan PLTMH yang ramah lingkungan dan tidak mengganggu ekosistem pegunungan yang ada, mengingat air yang digunakan memutar turbin tidak terbuang, tetapi kembali lagi ke jalurnya,” kata Sukri. 

“Kita akan terus kembangkan dan replikasikan ini untuk desa-desa lain yang punya potensi. Ini sangat hemat dan tidak menelan biaya yang besar,” kata Sukri. Ditambah lagi, alat ini sederhana sekali sehingga masyarakat mampu memelihara sendiri. 

Terkait tujuan utama diinisiasinya PLTMH ini oleh Balai Litbang LHK Makassar, Bupati Sukri mengatakan, dengan adanya PLTMH ini, peran masyarakat menjaga kelestarian hutan sangat bagus. “Saya sudah buktikan itu. Kalau ada penjarah hutan datang dari daerah lain, mereka menangkapnya sendiri. Berarti masyarakat sudah memiliki kecintaan yang tinggi terhadap hutannya karena sudah memberi manfaat bagi mereka,” jelasnya. 

PLTMH ini telah menghasilkan 5.700 watt atau 57 KVA. 113 Kepala Keluarga (KK) di beberapa kampung di satu desa telah memanfaatkannya untuk penerangan dan mendukung peningkatan nilai tambah hasil pertanian mereka. Setiap KK hanya dipungut 10 ribu rupiah per bulan untuk biaya pemeliharaan PLTMH tersebut. 

“Setelah menikmati manfaat PLTMH ini, masyarakat desa tersebut malah menolak instalasi listrik PLN. Masyarakat lebih memilih PLTMH karena lebih murah, per keluarga hanya dipungut 10 ribu per bulan,” kata Sukri di hadapan berbagai media yang mengikuti kegiatan press tour ini. 

Menambahkan apa yang disampaikan Bupati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kabupaten Bulukumba, Misbawati A. Wawo menyampaikan, di kampung, lokasi dibangunnya PLTMH ini, tutupan lahan sudah rapat sehingga ketersediaan air selalu ada. Lokasi mikrohidro ini juga menjadi sumber air PDAM bagi desa sekitarnya. 

“Hal ini adalah komitmen Pemda Bulukumba memfasilitasi masyarakat dalam memberikan insentif dari menjaga hutan yang bisa memberikan hasil. Energi mikrohidro ini dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain bahkan provinsi lain,” kata Misbawati.

Untuk mengembangkan dan mereplikasi kegiatan ini di kecamatan lain yang punya potensi, saat ini Dinas LHK Kabupaten Bulukumba sedang menginventarisir lokasi-lokasi yang masih membutuhkan pengembangan mikrohidro seperti ini. Hal ini mengingat di Bulukumba, ada kurang lebih 9 desa yang belum teraliri listrik. Ada 1 kecamatan yang hanya beberapa persen saja dialiri listrik, termasuk Kahayang, salah satu lokasi dibangunnya PLTMH ini.

Untuk itu, Dinas LH Bulukumba berharap agar KLHK, terutama Litbang bisa terus bersama-sama dengan pemerintah setempat memfasilitasi masyarakat dalam pemanfaatan hutan terutama jasa lingkungan. Selain itu, Dinas LHK Bulukumba juga berharap agar KLHK melalui BLI dapat terus memberikan bantuan terkait hal-hal pembaharuan inovasi.

Menyambut baik komitmen Pemda Bulukumba ini, Kepala BLI, Agus Justianto mengatakan keberhasilan ini merupakan bentuk dukungan BLI dan mitra terhadap program perhutanan sosial.

“Pemerintahan Pak Jokowi mendorong akses masyarakat ikut mengelola hutan. Tapi faktanya tidak cukup hanya memberikan akses saja, tapi juga bagaimana memberdayakan dan mendampingi mereka untuk bisa menjaga hutan,” kata Agus. Selain itu, program mikrohidro ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, perekonomian tumbuh dan masyarakat sejahtera, sejalan dengan itu hutan lestari.

Terkait itu, Hunggul Yudono, peneliti mikrohidro Balai Litbang LHK Makassar menjelaskan, sekarang BLI bersama LSM pendamping kegiatan ini mulai menginisiasi kopi hasil masyarakat sampai jadi bubuk, sehingga nilai tambah itu tidak di kota tetapi di kampung.

“Kami berharap, semua pihak bisa berperan. BLI menawarkan ipteknya, LSM dari sisi pendampingannya, masyarakat punya modal kekuatan kebersamaannya dan pemda bisa melanjutkan untuk pengembangan sampai ke pemasarannya,” kata Hunggul di hadapan Wakil Bupati, Kepala Dinas LHK, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Kepala Dinas Pariwisata, dan Kepala Bappeda Kabupaten Bulukumba yang hadir mendampingi Bupati. 

Sebagai informasi, Kabupaten Bulukumba adalah kabupaten dengan penduduk terpadat ke 4 di Sulawesi Selatan. Tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, salah satunya menata kehidupan masyarakat di daerah pegunungan. Di Bulukumba ada Tahura dan hutan lindung yang harus dijaga, termasuk di Na’na, salah satu lokasi dibangunnya PLTMH berbasis partisipasi masyarakat menjaga hutan ini. Di sana ada 4 hulu sungai yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat 3 Kabupaten, yaitu Bulukumba, Bantaeng dan Sinjai.***RH

 

Berita Terkait:

Bappenas: PLTMH Berbasis Partisipasi Masyarakat Menjaga Hutan, Salah Satu Inovasi Litbang KLHK yang Membanggakan

Giatkan Partisipasi Masyarakat Menjaga Hutan, Mikrohidro BP2LHK Makassar Dukung Pencapaian Nawacita

Buku Panduan Lengkap Pengembangan PLTMH

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Partisipatif

Berbagai Manfaat Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)

Dukung Pencapaian Prinas, BKSDA Sultra Bangun PLTMH Bekerjasama dengan BP2LHK Makassar