KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Muhamad Sahri Chair - 03:44 pm, 12. April 2018 - 81 klik

Bantu Kembangkan Bisnis, Puslitbang Hutan Berikan Alih Teknologi Agroforestri dan Pengolahan Kopi

Puslitbanghut (Lampung,10/04/2018)_Agroforestri merupakan salah satu sistem pengelolaan lahan hutan dengan tujuan untuk mengurangi kegiatan perusakan/perambahan hutan sekaligus meningkatkan kesejahateraan petani secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Dr. Kirsfianti L. Ginoga pada acara Alih Teknologi Sistem Agroforestri dan Pengolahan Kopi untuk Mendukung Pengembangan Agribisnis Berbasis Hutan di Desa Sumber Bandung, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, Lampung, 10-11/4.

Etty menjelaskan, melalui alih teknologi diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan teknologi agroforestri yang efektif dan efisien. “Dengan sumberdaya yang ada, lahan dan modal terbatas masyarakat dapat memanfaatkan dan meningkatkan produktifitas lahan untuk agroforestri kopi.” Tambah Etty.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Batutegi, Y. Ruchyansyah menyampaikan bahwa alih teknologi merupakan penyampaian teknologi atau pengalaman dari yang telah mengetahui teknologi dan menerapkannya kepada yang belum mengetahui.

Ruchyansyah berharap, melalui alih teknologi akan diperoleh peningkatan semangat kemandirian petani di Desa Sumber Bandung.

Alih Teknologi ini merupakan salah satu bagian kegiatan kerjasama  Pusat Litbang Hutan dengan Asian Forest Cooperation Organization (AFoCO) di Kemitraan Kehutanan Cempaka – KPH Batutegi yaitu: Livelihood Development – Sistem Agroforestri dan Pengolahan Kopi. Agroforestri yang diterapkan oleh Kelompok Tani Kemitraan Cempaka yaitu menanam kombinasi jenis tanaman kayu dan non kayu maupun tanaman semusim pada lahan hutan dan berbasis Hasil Hutan Buka Kayu (HHBK).

Nara sumber Alih Teknologi adalah Bapak Mukidi dari Temanggung yang merupakan petani sekaligus pengusaha kopi, alih teknologi diikuti oleh 43 peserta yang berasal dari Kelompok Tani Kemitraan Cempaka, KPH Batutegi, Lampung.***

Ikut Kami