KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita
Posted by Rizda Hutagalung - 08:16 am, 11. April 2018 - 30 klik

KLHK Libatkan Masyarakat Cegah Karhutla Dengan Penyiapan Lahan Tanpa Bakar

Nomor : SP. 189/HUMAS/PP/HMS.3/04/2018
 
Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa, 10 April 2018.
Manggala Agni terus melakukan sosialisasi upaya pencegahan karhutla kepada masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah rawan untuk melakukan penyiapan lahan tanpa bakar dengan memanfaatkan jerami padi sebagai pakan ternak.
 
Dalam penyuluhan dan sosialisasi yang dilaksanakan kepada Kelompok Tani “Sri Rejeki”, Desa Sumber Mulia, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Senin, (09/04), Manggala Agni Daops Tanah Laut, Kalimantan Selatan menekankan untuk bersama-sama mencegah karhutla dan tidak melakukan aktivitas membakar pada saat pembersihan lahan. Masyarakat Desa Sumber Mulia yang sebagian merupakan petani melakukan aktivitas pertanian dengan memelihara sapi ternak, bertanam padi dan jagung. 
 
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mencegah aktivitas membakar yang dapat berdampak pada kebakaran besar dan menimbulkan kabut asap. Pada kesempatan tersebut, Manggala Agni juga menjelaskan tentang pengenalan cuka kayu sebagai alternatif pengolahan bahan bakaran sisa pembersihan lahan atau kebun. 
 
Direktur Pengendalian kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan menambahkan bahwa sebagai upaya pencegahan karhutla, selain dengan sosialisasi kepada masyarakat, KLHK juga terus melakukan peningkatan kapasitas melalui pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di wilayah-wilayah rawan, tidak hanya di Sumatera dan kalimantan namun juga di wilayah Jawa dimana kebakaran berpotensi juga terjadi pada jalur-jalur pendakian gunung. 
 
“Saat ini kami sedang melaksanakan pembentukan MPA di Desa Pupus dan Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa timur, dengan jumlah peserta 30 orang. Beberapa titik wilayah di Provinsi Jawa Timur merupakan wilayah rawan karhutla terutama pada lereng-lereng gunung sehingga perlu diwaspadai dan diantisipasi. Salah satunya adalah dengan pembentukan MPA di wilayah tersebut”, tambah Raffles. 
 
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan, Johny Santoso menyampaikan bahwa masyarakat dapat terlibat aktif dalam pencegahan karhutla melalui berbagai kegiatan seperti keterlibatan masyarakat Desa dalam Masyarakat Peduli Api sangat membantu pemerintah dalam mengatasi karhutla yang terjadi. 
 
Sementara pantauan Posko Pengendalian Karhutla KLHK pada Senin, 9 April 2018, pukul 20.00 WIB, baik berdasarkan satelit NOAA-19 maupun Satelit TERRA-AQUA (NASA) tidak terpantau adanya hotspot di seluruh wilayah Indonesia.
 
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,
Djati Witjaksono Hadi – 081375633330