KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita LHK
Posted by Rizda Hutagalung - 08:13 am, 11. April 2018 - 31 klik

Nama Peneliti BP2LHK Manado Diabadikan Menjadi Nama Spesies Tumbuhan Baru

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Selasa, 10 April 2018. Adalah Julianus Kinho, seorang Peneliti Madya Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado yang namanya diabadikan menjadi sebuah nama spesies baru Cyrtandra (Gesneriaceae). Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam penemuan 11 jenis baru Cyrtandra (Gesneriaceae).
 
Pada publikasi di Edinburgh Journal of Botany, A. Kartonegoro, R. E. Bone & H. J. Atkins dalam artikel “Eleven New Species of Cyrtandra (Gesneriaceae) From Sulawesi, Indonesia” menyebutkan bahwa salah satu dari 11 spesies baru adalah Cyrtandra kinhoii. Spesies ini mirip dengan C. fasciata namun memiliki daun yang lebih besar.
 
Penamaan kinhoii ini merupakan penghargaan kepada Julianus Kinho yang akrab dipanggil Jack dalam ekspedisi “Discovering Biodiversity and Promoting Conservation of the Indonesian Flora” pada tahun 2016 bersama Hannah J. Atkins dan Sadie Barber (Royal Botanical Garden Edinburgh) serta Abdulrokhman Kartonegoro (Puslitbang Biologi LIPI). Ekspedisi tersebut menghasilkan penemuan jenis baru yang ditemukan di Cagar Alam Gunung Ambang, di sekitar daerah Paya Paya, Desa Sinsingon, Kab. Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara pada ketinggian 1.252 mdpl pada tahun 2016 lalu.
 
Menurut Jack, spesimen type dari jenis tersebut disimpan di Herbarium Bogoriense (BO), dan Isotype disimpan di Edinburgh (E) serta Leiden (L) Belanda.
 
“Cyrtandra kinhoii diharapkan bisa menjadi pemacu semangat bagi teman-teman peneliti untuk terus mengeksplorasi keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna di wilayah kerja BP2LHK Manado, yaitu Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo,” ungkap Jack.
 
Dalam publikasi “Eleven New Species of Cyrtandra (Gesneriaceae) From Sulawesi, Indonesia” yang terbit pada Maret tahun 2018 ini, juga disebutkan bahwa posisi Pulau Sulawesi yang berada di jantung kawasan Malesia, menjadi salah satu daerah geologis yang paling kompleks di dunia. Hal ini membuat pengetahuan tentang keanekaragaman flora maupun fauna yang ada di dalamnya sangat penting untuk dipahami, secara biogeografi maupun evolusinya.
 
Sumber: http://ppid.menlhk.go.id/siaran_pers/browse/1161
 
Terkait itu Kepala BP2LHK Manado, Dodi Garnadi berharap peneliti-peneliti di Badan Litbang dan Inovasi, khususnya BP2LHK Manado dapat lebih banyak lagi mengeksplorasi kekayaan sumber daya alam kita terutama flora dan fauna di kawasan Wallacea. “Karena kami percaya masih banyak jenis-jenis flora dan fauna yang belum teridentifikasi secara ilmiah,” kata Dodi.