KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita LHK
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 05. April 2018 - 34 klik

KLHK Terus Pantau Dampak Tumpahan Minyak

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis, 5 April 2018. Terkait tumpahan minyak di Balikpapan, berikut beberapa perkembangan dari lapangan terkait dampak pencemaran minyak di Teluk Balikpapan, Kamis (5/4/2018) yang di pantau tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
 
Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum), Rasio Ridho Sani, dan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), M. Karliansyah, serta Dinas LH Kota Balikpapan, bersama GM dan tim Pertamina Balikpapan, sejak jam 8.30 WITA sampai laporan ini disampaikan, terus memantau kondisi dampak tumpahan minyak di lokasi.
 
Bersama-sama seluruh anggota tim, telah melakukan pantauan secara visual, untuk melihat secara langsung dampak dan penanganan bencana tumpahan minyak di teluk Balikpapan ini. 
 
Hasilnya didapati, bahwa masih terdapat sisa tumpahan minyak yang berada di sekitar perairan teluk Balikpapan, namun jumlahnya sudah sangat berkurang bila dibandingkan kondisi beberapa hari sebelumnya, walaupun di beberapa titik masih ditemukan kantong-kantong minyak yang masih relatif tebal.
 
Di beberapa lokasi perumahan, yang disambangi oleh tim penegakan hukum KLHK, masih ditemukan minyak khususnya di tiang dan kolong rumah bermodel rumah pasang surut di wilayah Kelurahan Margasari, Kelurahan Kampung Baru Hulu dan Kelurahan Kampung Baru Hilir, serta Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat. Sebagai langkah pembersihan, PT Pertamina diminta untuk membersihkan dengan mengambil minyak pada titik-titik yang masih terdapat gumpalan minyak, sehingga tidak terjadi penyebaran.
 
Saat ini KLHK masih terus melakukan pengambilan sampel dan data-data terkait pencemaran akibat tumpahan. Berdasarkan analisis citra satelit LAPAN dengan data Landsat 8 dan Sentinel 1A, diestimasikan tumpahan minyak mencakup area seluas 12.987,2 Ha, dan panjang pantai yang terdampak di sisi Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Pasir Utara mencapai lebih kurang 60 km. Investigasi yang dilakukan KLHK sejak tim ini dikirimkan adalah pengambilan sampel di 1 titik water control quality, 1 titik sea water control quality, dan 13 titik kualitas air laut, hingga penyelaman untuk mengambil sedimen dan sampel permukaan air laut di area sekitar TKP. 
 
Disamping itu Pengawas KLHK melakukan pengawasan terhadap sistem penyaluran minyak baik crude oil maupun produk. Hal ini untuk memastikan kepatuhan terhadap perizinan yang ada, guna menjamin keamanan lingkungan.
 
KLHK juga meminta kepada GM Pertamina Balikpapan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak, terutama yang berada dekat lokasi kejadian. 
 
Disamping dampak adanya minyak diperairan, dampak lainnya adalah lepasnya Volatile Organic Compound (VOC) ke udara yang menimbulkan bau tajam dan mengganggu kesehatan masyarakat.
 
Berkaitan dengan langkah hukum yang akan dilakukan, KLHK telah melakukan koordinasi dengan Direktur Reskrimsus Polda Kaltim. "Polda Kaltim akan melakukan penyidikan pidana, dan KLHK akan mendukung proses penyidikan oleh Polda. Saat ini KLHK sedang melakukan pengumpulan data untuk penghitungan ganti rugi terhadap dampak lingkungan yang atas kejadian ini", tutur Rasio Ridho Sani. 
 
Sementara berkaitan dengan sanksi terhadap tumpahan minyak ini, pengawas KLHK sedang mendalami kepatuhan Pertamina RU V Balikpapan terhadap perizinan dan peraturan perundangan terkait. "Langkah koreksi ini perlu dilakukan agar kejadian ini tidak terulang kembali. Pertamina harus bertanggung jawab atas kejadian ini", lanjut Rasio Ridho Sani.(*)
 
Sumber: http://ppid.menlhk.go.id/siaran_pers/browse/1156