KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 08:42 am, 06. April 2018 - 308 klik

10th IndoGreen Environment & Forestry Expo 2018: Kontribusi Ekonomi Sektor Kehutanan dalam Mendukung Pembangunan Nasional

BLI (Samarinda, 05/04/2018)_IndoGreen Environment & Forestry Expo kembali diselenggarakan. Mengangkat tema “Kontribusi Ekonomi Sektor Kehutanan dalam Mendukung Pembangunan Nasional”, 10th IndoGreen Environment & Forestry Expo 2018 diselenggarakan di Convention Hall Samarinda selama 4 hari, pada 5 sampai 8 April 2018 mendatang.

Atas nama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono yang membuka acara ini menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas terselenggarakannya kegiatan ini. Dengan adanya roadshow ke daerah, dan Samarinda terpilih menjadi tuan rumah pertama, diharapkan dapat menghadirkan seluruh stakeholder provinsi untuk bersama-sama membangun kembali hutan dan lingkungan untuk masa depan.

“Kalimantan Timur mewakili Indonesia, kita memimpikan kehutanan bangkit lagi. Kaltim akan menjadi contoh bagi provinsi lain,” kata Bambang mengingat Kaltim menunjukkan kondisi hulu dan hilir terkait kehutanan dan lingkungan hidup.

Sementara itu, dipilihnya tema “Kontribusi Ekonomi Sektor Kehutanan dalam Mendukung Pembangunan Nasional”, menurut Bambang, adalah dalam rangka mengangkat isu ini menjadi sebuah tujuan pemerintah dalam mengantarkan program-progam LHK dan implementasinya.

“Sektor kehutanan kontribusinya seperti apa, ini tentunya tidak terlepas dari peningkatan partisipasi masyarakat dan dunia usaha yang ada di Kalimantan Timur ini dalam pengelolaan hutan dan pelestarian lingkungan,” kata Bambang.

Bambang menyampaikan, dari Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia diketahui bahwa potensi pemanfaatan hutan dan pasokan bahan baku industri tahun 2045, dapat menghasilkan devisa 97,51 milyar U$S/tahun, atau setara dengan 8,9 kali devisa tahun 2017.

“Hal ini dapat terwujud melalui konfigurasi bisnis baru kehutanan, yaitu pengembangan industri hilir berbasis hasil hutan bukan kayu, agroforestry, ekowisata, jasa lingkungan dari air, panas bumi dan serapan karbon, serta bioenergi,” jelas Bambang.

Untuk itulah, pameran ini menampilkan potensi sumber daya hutan dan pemanfaatannya dari hulu hingga hilir, meliputi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lingkungan dan hutan, pengembangan tata ruang, reklamasi, penguatan budaya lokal, promosi potensi pesona alam hutan, hingga pemanfaatan Corporate Social Environment Responsibility (CSER) berbasis masyarakat.

“Hal ini merupakan momentum yang tepat untuk mempererat kesatuan langkah institusi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan yang telah bergabung menjadi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tambah Bambang.

Mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan ini, atas nama pemerintah Kaltim, Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak berterima kasih kepada Menteri LHK yang mempercayakan Kaltim sebagai tuan rumah IndoGreen tahun ini.

“Semoga IndoGreeen Expo dapat berlangsung lancar serta memberikan manfaat yang besar secara ekonomi bagi Kaltim maupun nasional,” kata Awang.

Selain itu, Gubernur juga mengapresiasi tema yang diangkat dalam kegiatan ini. Pada kesempatan ini, Awang mengajak semua pihak untuk peduli terhadap lingkungan hidup dan kehutanan.

Menurutnya, rusaknya ekosistem hutan, akan mengubah siklus dan berdampak pada menurunnya ketersediaan air, baik di permukaan maupun di dalam tanah. Wisata alam juga akan hilang jika ekosistem terganggu. Padahal Kaltim terkenal dengan potensi ecotourism nya yang luar biasa.

Untuk itu, menurutnya, perlu dilakukan gerakan satu nafas antara perlindungan dan pengelolaan. “Saya berharap, kita tidak bosan-bosannya mengingatkan untuk menyelamatkan lingkungan, memulihkan sungai-sungai dari pencemaran termasuk kebakaran hutan. Dan banyak lagi kondisi lingkungan yang harus kita beri perlakuan. Caranya, jangan kita dikotomikan antara investasi dan lingkungan,” kata Awang.

“Apalagi hadirnya konsep implementasi pembangunan berkelanjutan, baik internasional maupun nasional. Sudah sangat jelas bahwa keselarasan investasi dan lingkungan dapat kita lakukan dan harus berjalan dengan baik,” tambah Awang.***RH 

Berita Terkait:

Untuk Realisasikan Benchmark  Pembangunan LHK Tahun 2018 – 2019, KLHK Siapkan 6 Langkah Strategis Berbasis Masyarakat