KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 11:23 am, 02. April 2018 - 114 klik

Sekretaris BLI: Sebagai Show Window Hasil Penelitian BLI, KHDTK Perlu Dikembangkan jadi Wisata Ilmiah

BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, 27/03/18)_Menurut Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi (BLI), sebagai show window hasil penelitian BLI, Kawasan Hutan Dengan Tuuan Khusus (KHDTK) perlu dikembangkan jadi wisata ilmiah.

“KHDTK harus menjadi show window untuk hasil penelitian BLI, jadi BP2LHK Banjarbaru harus betul-betul mengelola 4  KHDTK yang dimiliki,” kata Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Dr. Ir. Sylvana Ratina, M.Si dalam Pembinaan Kepegawaian di Kantor Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru, Selasa (27/03/2018).

Oleh karena itu, Sylvana menegaskan bahwa KHDTK dapat diarahkan menjadi tempat wisata ilmiah. “Tapi jangan pakai istilah ekowisata karena itu sudah milik KSDAE, jadi kita BLI gunakan istilah wisata ilmiah,” kata Sylvana.

Sylvana mencontohkan, KHDTK Tumbang Nusa yang merupakan satu-satunya KHDTK di lahan gambut. Maka KHDTK Tumbang Nusa diarahkan menjadi wisata ilmiah, saat ini gambut dapat ditanami dan menghasilkan bagi masyarakat. Bahkan KHDTK dapat menjadi penghasil PNBP untuk kegiatan camping, shooting dan foto.

Sylvana menegaskankan lagi bahwa penelitian seyogyanya dilaksanakan di KHDTK. Berkesesuaian dengan yang sudah dilaksanakan di BP2LHK Banjarbaru 2018, untuk penelitian Bioprospeksi Mikroba hutan rawa gambut dilaksanakan di KHDTK Tumbang Nusa. Penelitian Uji Provenans Sumber Benih Nyawai (Ficus variegeta Blume) dilaksanakan di KHDTK Riam Kiwa.

Sedangkan penelitian gaharu sebagai obat herbal terstandar yang tahun ini dilaksanakan di lab, maka Sylvana mengarahkan agar tanaman gaharu ditanam di KHDTK sehingga dapat diketahui proses hingga dihasilkan obat herbal terstandar.

“Saya baru pertama kali berkunjung ke BP2LHK Banjarbaru. Kesan saya suasananya yang sejuk, dengan barisan pohon lengkap dengan nama daerah dan ilmiahnya tertata rapi. Apalagi mendapat nilai plus menjadi hutan kota Banjarbaru,” kata Dr. Ir. Sylvana Ratina, M.Si.

“Saya rencanakan Press Tour 2018 ini salah satunya di Kalimantan Selatan,” tambah Sylvana. Ada dua alternatif yaitu di KHDTK Tumbang Nusa dengan rawa gambutnya, atau di KHDTK Rantau dengan rencana  pengembangan perhutanan sosial melalui kemitraan bersama masyarakat di sekitar KHDTK.

Secara umum, untuk seluruh karyawan BP2LHK Banjarbaru, Sylvana berpesan agar melakukan tugas sesuai dengan SK masing-masing. “Bekerjalah sesuai dengan tupoksi anda, dan bila anda melakukan pekerjaan di luar tupoksi, catat dalam laporan bulanan, dan itu menjadi poin tambahan,” pesan Sylvana.

Acara dilanjutkan dengan pembinaan kepegawaian dari Kabag. Kepegawaian Hukum Organisasi dan Tata Laksana, BLI, Ir. R. Gunawan Hadi Rahmanto, M.Si dan Bayu Subekti, Kasubag Hukum, Organisasi dan Tata Laksana, Bagian KHOTL Sekretariat BLI . Kedua pejabat tersebut menyampaikan beberapa hal terkait peta jabatan dan analisis beban kerja di lingkup BLI, khususnya lingkup BP2LHK Banjarbaru.                                        

Acara ditutup dengan sesi diskusi, yang membahas perihal kepegawaian, dan kinerja BP2LHK Banjarbaru secara umum. Pada kesempatan ini, Sylvana dan tim melakukan penanaman pohon ulin (Eusideroxylon zwageri) di halaman arboretum BP2LHK Banjarbaru. Setelah itu, Rabu (28/03) melanjutkan kunjungan kerjanya ke KHDTK Tumbang Nusa.***