KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 03:17 pm, 14. March 2018 - 253 klik

Menteri LHK Amanatkan Lima Hal dalam Renungan Suci Rimbawan 2018

BLI (Bogor, 14 Maret 2018)_Mengawali rangkaian upacara peringatan Hari Bakti Rimbawan Tahun 2018, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan Renungan Suci Rimbawan di Kampus Litbang, Bogor, Rabu (14/03/2018). Untuk mengenang dan meneruskan perjuangan pahlawan rimbawan yang gugur dalam tugas, dalam sambutannya, Menteri LHK, Dr. Siti Nurbaya mengamanatkan lima hal kepada para rimbawan.

“Bertema Melalui Bakti Rimbawan, Kita Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk Kesejahteraan Rakyat, Hari Bakti Rimbawan tahun 2018 ini mengamanatkan lima hal kepada kita selaku para rimbawan,” kata Menteri Siti.

Lima hal yang diamanatkan yaitu: rimbawan harus bekerja keras melaksanakan tugas mengelola sumber daya alam agar kelestarian alam dan lingkungan hidup tetap terjaga; memberikan manfaat kepada masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang; kita bahu-membahu dalam mewujudkan pola pengelolaan kehutanan dan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan sejalan dengan nawacita; perlunya membangun inovasi dari jejak-jejak para pendahulu kita mengingat banyak rintisan yang telah dilaksanakan dan mungkin saat ini belum bisa terlaksana dengan baik, itu perlu kita gali dengan sebaik-baiknya.

Untuk itu, dalam melaksanakan tugas, Menteri Siti juga mengajak para rimbawan untuk selalu mengingat dan memaknai semangat mars rimbawan. Menurutnya, mars rimbawan memiliki beberapa makna, seperti mengajak kita bekerja dengan hati yang murni dan gembira bahkan saat menghadapi kesulitan dan tantangan. Selain itu, mars rimbawan juga menegaskan bahwa kakayaan alam Indonesia yang molek dan mulia ini perlu kita jaga dan bela bersama.

“Saya ingin mengajak kita mengingat bait-bait yang sangat penuh arti itu,” kata Menteri Siti di hadapan para undangan yang hadir.

Meski demikian, Menteri Siti tidak menampik banyak resiko yang harus dihadapi dalam melakukan tugas menjaga kelestarian hutan dalam mendukung pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang berkelanjutan ini. Bahkan mengancam jiwa, terutama para rimbawan yang bertugas langsung di lapangan.

Menurutnya, medan yang berat, bencana yang tidak terduga, dan kompleksitas masalah, harus kita sikapi dengan semakin meningkatkan profesionalitas kita selaku rimbawan.

“Niatkan bahwa tugas mulia yang kita lakukan adalah bentuk ibadah kita kepada Allah SWT, dan yakinlah bahwa setiap peluh keringat, tetesan darah, akan mendapat balasan pahala dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Selamat Bekerja, selamat bertugas dan selamat berjuang rimbawan Indonesia,” kata Menteri Siti menutup sambutannya.***RH

 

Berita Terkait:

Renungan Suci Rimbawan: Introspeksi Diri dan Kontemplasi Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan