KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 11:35 am, 13. March 2018 - 180 klik

Konsultasi tentang Eduwisata, Perwakilan Institut Teknologi Del Berkunjung ke BP2LHK Aek Nauli

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Maret 2018)_Sebagai bentuk kepedulian terhadap potensi wisata yang ada di sekitar kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, perwakilan Institut Teknologi Del (IT Del) mengunjungi Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Jumat (09/03/2018).

Kunjungan yang dilakukan oleh Wakil Rektor sekaligus Dosen IT Del Dr. Yosef Manik, ST, M.Sc bersama salah seorang mahasiswinya ini bertujuan untuk berdiskusi dan mendapatkan informasi mengenai pengelolaan eduwisata/wisata ilmiah di BP2LHK Aek Nauli.

Pada pertemuan ini, Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si didampingi Kepala Seksi Data, Informasi, dan Kerjasama (DIK) Ismed Syahbani, S.Hut, memaparkan profil dan potensi wisata yang lebih difokuskan menjadi eduwisata/wisata ilimiah di BP2LHK Aek Nauli, baik yang sudah dikelola ataupun yang akan dikembangkan ke depan.

Sejak dimulai pada awal tahun 2017, pada Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli seluas 1900 ha ini sudah terdapat camping ground, eduwisata panen madu, panen tusam, panen  kemenyan, dan konservasi gajah jinak. Ke depannya akan dibuat juga jalur tracking ke panorama, penangkaran rusa, dan galeri madu terpadu.

“Untuk galeri madu ini kami sudah siapkan lahan dan bangunannya, jadi nanti ada taman bunga (pakan lebah), stup lebah, dan juga bangunan untuk infomasi dan tempat produk-produk hasil lebah madu di pamerkan,” jelas Pratiara.

Pratiara juga menjelaskan bahwa eduwisata yang ada di BP2LHK Aek Nauli adalah wisata yang terbatas dan sebagian juga ada yang memang minat khusus. Jadi diharapkan tidak mengganggu ekologi dan merusak tujuan konservasi yang direncanakan. Tapi memang semua pengelolaannya masih terbatas oleh anggaran, terutama untuk pakan satwa yang butuh biaya besar.

“Wisata di Danau Toba saat ini semakin dikembangkan, kami akan selalu mendukung, paling tidak dalam hal untuk oleh-oleh dan souvenir untuk wisatawan kami sudah ada produk yang bisa diandalkan, seperti madu, kacang macadamia dan yang lagi tren adalah parfum kemenyan (styrax perfume),” lanjut Pratiara.

Yosef menyatakan salut dan tertarik terhadap apa yang sudah dilakukan oleh BP2LHK Aek Nauli. “Ini suatu langkah yang bagus, tinggal bagaimana memastikan eduwisata yang dikelola ini dapat  bertahan dalam jangka waktu panjang dan berjalan dengan baik,” kata Yosep.

Dalam kesempatan ini Yosef juga meminta dukungan dan support dari BP2LHK Aek Nauli untuk kegiatan penelitian yang akan mereka lakukan. Saat ini mereka sedang melakukan penelitian tentang kajian potensi dan pengelolaan wisata di beberapa di lokasi, seperti di Taman Eden 100, Sipincur, dan juga di BP2LHK Aek Nauli. Sedangkan data yang diperlukan adalah tentang jumlah pengunjung, berapa tiket masuk, apa yang ditawarkan, data carbon, sosek pengunjung, dll.

Menurutnya disamping turut berperan sebagai inisiator penggerak pembangunan di Tapanuli, IT Del di bawah Yayasan Del ini juga aktif bekerjasama dengan pemerintah daerah dan lembaga sosial yang ada di Indonesia untuk meningkatkan pelayanan serta memperluas cakrawala bidang pelayanan strategis lainnya.

Sebagai penutup diskusi, Yosef menyampaikan terima kasihnya dan berharap agar bisa dilakukan penelitian kolaboratif antara IT Del dan BP2LHK Aek Nauli dalam hal mengkaji pengelolaan wisata di lokasi-lokasi DTA Danau Toba, tentunya melibatkan Badan Otorisasi Danau Toba (BODT) dan juga pihak travel agent. Diharapkan hasil penelitian yang didapatkan dapat menjadi rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah dan pihak terkait.***MB