KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 09:39 am, 13. March 2018 - 165 klik

Berkunjung ke Kupang, Dosen Universitas Kyushu Jepang Sharing Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat di Jepang

BP2LHK Kupang (Kupang, Maret 2018)­_Jumat (09/03/2018) Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Kupang mendapat kunjungan istimewa dari seorang dosen Universitas Kyushu Jepang, Dr. Takahiro Fujiwara. Dalam kunjungannya, Dr. Taka memberikan kuliah umum tentang Partisipasi Masyarakat dan Sistem Bagi Hasil dalam Pengelolaan Hutan Tanaman (People’s Participation and Profit-Sharing in Planted Forest Management).

Dalam kuliahnya, Dr. Taka menjelaskan bahwa konsep bagi hasil (profit sharing) dalam pengelolaan hutan bersama masyarakat di Jepang lebih dikenal dengan istilah bunshurin. Dosen Department of Agro Environmental Sciences, Faculty of Agriculture ini mengulas sejarah konsep bunshurin (profit sharing) pada pengelolaan hutan dengan pelibatan masyarakat di Jepang.

“Pada mulanya, konsep tersebut diaplikasikan oleh Farmer Kitago Town (FKT) yang bermukim di Miyazaki Prefektur, Jepang,” kata Dr. Taka.

Dijelaskan bahwa pelaksanaan bunshurin memiliki beberapa tujuan antara lain mengurangi konflik antara negara dengan masyarakat dan mengkombinasikan sektor pertanian dengan sektor kehutanan melalui sistem tumpang sari.  Dalam konsep bunshurin, terdapat tiga aktor yang berperan dalam reforestation, yaitu: pemilik tanah (land owner), pemodal (funder) dan pekerja (labour).

Namun, pelaksanaan Bunshurin tidak selamanya berjalan mulus karena terdapat beberapa macam tantangan. Dr. Taka mengulas beberapa tantangan pada pelaksanaan bunshurin.

“Tantangan pertama adalah kecenderungan harga komoditas kayu yang menurun akibat kondisi ekonomi global. Tantangan kedua adalah pertambahan populasi yang menua (ageing population) yang berdampak pada penurunan jumlah tenaga kerja produktif yang berkontribusi terhadap pengelolaan hutan di Jepang,” jelas Dr. Taka.

Dari kuliah umum Dr. Taka, pembelajaran yang dapat dipetik adalah proporsionalitas persentase pembagian keuntungan dan sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat merupakan aspek penting dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat di Jepang.***pinusa