KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita LHK
Posted by Rizda Hutagalung - 03:37 pm, 08. March 2018 - 121 klik

Enam Lembaga Pusat Unggulan IPTEK Dukung Inovasi Desa Mandiri Berbasis Aren

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis, 8 Maret 2018. Pengembangan Desa Mandiri Berbasis Aren di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, mendapat dukungan enam lembaga Pusat Unggulan IPTEK (PUI) lintas sektor. Keenam lembaga tersebut adalah Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH), Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK, Puslitbang Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Pusat Penelitian Kimia LIPI, Pusat Penelitian Politik LIPI, Balai Penelitian Tanaman Palma Kementerian Pertanian, dan Balai Besar Industri Agro Kementerian Perindustrian.
 
Inovasi yang diinisiasi P3HH BLI KLHK sejak tahun lalu ini, merupakan contoh nyata aplikasi IPTEK dan inovasi untuk memanfaatkan potensi aren yang sangat melimpah namundan belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini disampaikan oleh Dwi Sudharto, Kepala P3HH BLI, dalam keterangannya, mewakili Kepala BLI KLHK (07/03/2018).
 
“Sebagai salah satu pranata litbang yang ditetapkan PUI, P3HH berkomitmen melaksanakan program kerja untuk memperkuat kelembagaan instansi litbang, meningkatkan sinergi dan kemanfaatan hasil litbang untuk masyarakat", lanjut Dwi.
 
Dalam implementasinya, masing-masing lembaga akan menyampaikan kontribusi sesuai bidangnya, melalui bingkai Safari PUI 2018: Bakti Teknologi Untuk Negeri. Terkait hal ini, Dwi juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan keenam lembaga tersebut.
 
"P3HH dan Puslitbang Hasil Hutan mendukung aplikasi IPTEK serta formulasi bioethanol, Puslitbang Minyak dan Gas akan menyediakan 200 unit kompor bioetanol, Puslit Kimia LIPI mendukung aplikasi teknologi peningkatan kualitas bioetanol fuel-grade, Puslit Politik LIPI menyusun rekomendasi Peraturan Daerah terkait tata niaga, Balai Penelitian Tanaman Palma mendukung penyiapan varietas aren unggul, serta Balai Besar Industri Agro berperan dalam pengujian produk pangan", Dwi menerangkan.
 
Sementara perwakilan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Nanang Hermawan, menyambut antusias program Desa Mandiri Berbasis Aren ini. 
 
”Program ini merupakan upaya yang dapat menjawab tantangan adanya energi terbarukan, sebagai alternatif bahan bakar gas, sekaligus dapat mengurangi impor LPG. Kami akan mengaplikasikan inovasi kompor bioethanol hasil penelitian kami, untuk masyarakat di Desa Mandiri Berbasis Aren di Boalemo”, tutur Nanang.
 
Sebagaimana diketahui, pemanfaatan Aren dapat dimanfaatkan menjadi berbagai diversifikasi produk, yaitu bioethanol sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga dan pangan (gula semut fungsional, nata pinnata, dan manisan kolang kaling). Produksi ini dapat menjadi sumber penghidupan masyarakat, yang dapat menggerakkan perekonomian di tataran hulu dan hilir.(*)

Sumber: http://ppid.menlhk.go.id/siaran_pers/browse/1095