KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 28. February 2018 - 258 klik

Jajaki Kerjasama, GGGI dan BLI Adakan Lokakarya Membahas Konsep Proyek Bankable di Sektor Mitigasi Berbasis Lahan

BLI (Bogor, Februari 2018)_Dalam rangka menjajaki kerjasama, Global Green Growth Institute (GGGI) dan Badan Litbang dan Inovasi (BLI) mengadakan “Lokakarya Tematik tentang Konsep-Konsep Proyek Bankable Berskala Besar di Sektor Mitigasi Berbasis Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur”. Acara tersebut dilaksanakan di Kantor BLI, Kampus Gunung Batu, Bogor, Selasa (27/02).

“Kami harap bisa bekerja sama dengan BLI KLHK untuk mendukung model pertumbuhan ekonomi hijau, khususnya sektor mitigasi berbasis hutan serta lahan,” kata Marcell J. Silvius, salah satu dari tim GGGI saat memperkenalkan GGGI kepada sekitar 40 orang manajemen dan para peneliti BLI yang hadir.

Harapan senada juga disampaikan Sekretaris BLI, Dr. Sylvana Ratina mewakili Kepala BLI dalam sambutannya saat membuka acara. “Saya berharap lokakarya sehari ini dapat dilaksanakan secara optimal oleh kedua pihak, baik GGGI maupun BLI untuk meng-explore lebih dalam hasil-hasil penelitian dan menangkap ide-ide sebanyak mungkin, agar konsep-konsep yang diajukan dapat dilaksanakan dengan baik,” kata Sylvana.

Pada pertemuan ini, kedua belah pihak melakukan presentasi. GGGI yang didanai memaparkan konsep-konsep proyek bankable dan model bisnisnya. Sedangkan para peneliti BLI memberi masukan sesuai dengan data dan informasi hasil penelitiannya terkait asumsi-asumsi yang digunakan oleh konsep proyek tersebut dan parameter-parameter model bisnisnya.

Peneliti BLI juga memaparkan 2 materi terkait. “Manajemen Hidrologi Lahan dan Gambut untuk Produktivitas Lahan dan Penurunan Emisi GRK: Studi Kasus Hutan Lindung Mendawak dan Teknik Paludikultur” disampaikan oleh Prof. Riset Chairil Anwar Siregar. “Peluang dan Tantangan Pengembangan Komoditas di Lahan Gambut” disampaikan oleh Dr. Doni Rachmanadi.

Terdapat 4 konsep proyek dan 1 konsep pendekatan lansekap yang telah disusun GGGI yang didiskusikan. Terkait 5 konsep tersebut, BLI memiliki hasil penelitian yang cukup komprehensif dan SDM yang kompeten baik di Pusat Litbang, Balai Besar maupun Balai. 

Jika sepakat dikerjasamakan, konsep restorasi lahan gambut dan pembiayaan karbon akan didukung oleh peneliti-peneliti dari Puslitbang Hutan, Puslitbang Sosekjakpi, Balai Litbang Banjarbaru, Balai Litbang Palembang. Hutan tanaman sengon dan pengolahan kayu di Kalimantan, dapat didukung dengan benih unggul hasil litbang Balai Besar Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Jogyakarta. Puslitbang Hutan dari sisi silvikultur dan penanganan hama penyakitnya, dan Puslitbang Hasil Hutan dalam teknologi pengolahan dan pengawetannya. 

Pengelolaan dan pemanfaatan pohon gelam yang berkelanjutan tentunya melibatkan peneliti-peneliti silvikultur Puslitbang Hutan, dan Balai Litbang yang ada di site kegiatan. Produksi kayu berkelanjutan dan restorasi hutan didukung oleh peneliti Puslitbang Hutan, Puslitbang Hasil Hutan, serta balai terkait. Sementara konsep ke 5 yaitu produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan berdasarkan rantai pasok tersertifikasi diharapkan dapat didukung oleh Puslitbang Hasil Hutan dan Puslitbang Sosekjakpi. 

Menurut peneliti BLI, konsep proyek bankable telah mencakup aspek-aspek sosial ekonomi mikro dan makro secara komprehensif. Konsep telah melibatkan stakeholder kunci, telah memperhatikan kompleksitas regulasi, termasuk karakteristik komiditas dan bioekologisnya.

Namun demikian, perhatian khusus perlu diberikan pada 2 hal, yaitu pada konteks etik local economy, desain konsep bisnis harus sejalan dengan sistem ekonomi lokal yang mencerminkan karakteristik khas dan telah terbukti memberikan jaminan stabilitas ekonomi di tingkat tapak. Konsep bisnis tidak boleh merusak tatanan kultural ekonomi lokal, dan sebaliknya perlu mendukung inovasi daerah dalam berbagai bentuknya.

Kedua, perlu upaya pembentukan Lembaga Penjamin Small Medium Enterprises (SME) sehingga SME mendapat akses kepada bank komersial, disamping specialized financing/BLU/international banks/dll skema lain yang sifatnya temporal. Lembaga penjamin dapat berasal dari pemerintah, swasta (asuransi), atau lembaga lain yang relevan.

Beberapa rumusan lokakarya tersebut, diantaranya intervensi teknik silvikultur tertentu yang mampu meningkatkan produktivitas tanaman unggulan di lahan gambut perlu didukung oleh riset, sehingga bisnis komoditas terpilih dapat berkembang secara efisien. 

Selain itu, teknologi agroforestry sangat prospektif untuk dikembangkan di lahan gambut dengan pilihan komoditas yang sesuai secara ekologis, ekonomis, dan sosial. Agroforestry, silvopasture, silvofishery merupakan salah satu pendekatan resolusi sosial (kebakaran, banjir, kekeringan), ekonomi (peningkatan pendapatan dan penyediaan lapangan kerja), dan lingkungan. 

Di akhir acara, disampaikan bahwa kolaborasi riset dan implementasi proyek sangat mungkin dikembangkan antara GGGI dan BLI. GGGI dapat bekerja pada desain dan pengembangan konsep pada level messo dan makro, sementara BLI dapat berkontribusi pada desain konsep messo dan mikro dalam berbagai aspek yang mendukung investasi hijau. Untuk itu, perlu adanya tindak lanjut dari lokakarya ini dengan diskusi yang terfokus pada aspek-aspek yang akan dikerjasamakan.***RH

 

Download Materi:

GGGI Bankable Projects - Concepts Presentation

Manajemen Hidrologi Lahan Gambut untuk Produktifitas Lahan dan Penurunan Emisi GRK: “Studi Kasus Hutan Lindung Mendawak & Teknik Paludikultur”

Peluang & Tantangan Pengembangan Komoditas di Lahan Gambut