KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 09:55 am, 20. February 2018 - 226 klik

Tahun 2018, P3KLL Akan Kembangkan Pusat Riset Merkuri Indonesia

P3KLL (Serpong, Februari 2018)_Pada tahun 2018, Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL) akan mengembangkan Pusat Riset Merkuri Indonesia. Hal ini diungkapkan Wisnu Eka Yulyanto, Kepala Bidang Metrologi & Kalibrasi, mewakili Kepala P3KLL pada Pembahasan Rencana Operasional Penelitian dan Pengembangan (ROPt/ROPg) Tahun 2018 di kantor P3KLL, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (12/02).

“Ini dimaksudkan untuk menindaklanjuti Ratifikasi Minamata Convention on Mercury (Konvensi Minamata mengenai Merkuri) oleh Pemerintah Indonesia 10 Oktober 2013 di Kumamoto, Jepang,” kata Wisnu.

Wisnu menjelaskan, konvensi ini bertujuan melindungi kesehatan manusia dan keselamatan lingkungan hidup dari emisi dan pelepasan merkuri serta senyawa merkuri yang diakibatkan oleh aktivitas manusia. Selanjutnya pada 20 September 2017 Pemerintah Indonesia menandantangani UU Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pengesahan Konvensi Minamata mengenai merkuri.

“Pusat Riset Merkuri Indonesia bertujuan untuk menghasilkan dampak pada dua aspek yakni pembentukan jejaring pengelolaan merkuri yang terintegrasi dan peningkatan kesehatan masyarakat terpapar merkuri,” kata Wisnu.

Menurut Wisnu, pembentukan jejaring diperlukan karena pekerjaan riset merkuri baik dari aspek teknologi, kelembagaan dan sosial ekonomi masyarakat yang selama ini dikerjakan masih terpisah-pisah pada berbagai lembaga pemerintah dan masyarakat (NGO) dan banyak yang belum termanfaatkan dan diformulasikan dalam bentuk kebijakan.

“Integrasi yang diarahkan oleh pusat riset ini akan bermuara pada perumusan kebijakan pengelolaan yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Dampak kedua yang dapat dicapai adalah peningkatan kesehatan masyarakat yang akan dilakukan melalui mitigasi kesehatan jika terpapar merkuri, minimalisasi keterpajanan dengan merkuri serta menemukan iptek pengelolaan pertambangan dan proses manufaktur bebas merkuri,” kata Wisnu.

Wisnu menegaskan bahwa penelitian, pengembangan dan kajian yang dilaksanakan P3KLL dimaksudkan juga untuk mendukung tugas eselon I lingkup KLHK, sehingga diperlukan komitmen dan kerjasama untuk mensinergikan kegiatan keditjenan dan dukungan kegiatan BLI.

Sebagai informasi, tahun 2018 merupakan tahun keempat bagi P3KLL sebagai institusi yang mendapat amanah untuk menjalankan tugas penelitian dan pengembangan kualitas lingkungan di bawah Badan Litbang dan Inovasi (BLI) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pada kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari, Senin – Selasa, 12-13 Februari 2018 ini, peneliti P3KLL mempresentasikan ROPt/ROPg Tahun 2018 sesuai judul kegiatan. Dilanjutkan sesi diskusi yang berisi saran, kritik dan masukan dari para Pembina RPPI sebagai narasumber untuk para Peneliti P3KLL guna mematangkan Rencana Operasional Penelitian dan Pengembangan P3KLL Tahun 2018.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 50 undangan dari berbagai instansi, yaitu Kepala Pusat Litbang Lingkup BLI, Ditjen PPKL, Ditjen PSLB3, Ditjen GAKKUM, Ditjen PPI, Puslatmas & PGL, para Pembina RPPI & narasumber pembahasan Rencana Operasional Litbang P3KLL serta peneliti dan pedal KLHK.

Wisnu Eka Yulyanto, Kepala Bidang Metrologi & Kalibrasi – P3KLL, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memperoleh masukan dari para narasumber. Hal ini  guna mempertajam substansi penelitian dan pengembangan yang akan dilaksanakan P3KLL, sehingga kegiatan penelitian dan pengembangan semakin meningkat kualitasnya.

“Kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan oleh P3KLL tidak hanya pada kegiatan yang termasuk dalam RPPI saja, namun dalam tahun 2017 P3KLL juga melaksanakan kajian untuk menjawab isu lingkungan yang aktual yang terjadi saat ini, diantaranya terkait dengan kebijakan kantong plastik berbayar,” kata Wisnu.***AF