KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 15. February 2018 - 202 klik

Dana Litbang Terbatas, BP2LHK Palembang Jajaki Pendanaan Kolaboratif Bersama Mitra

BP2LHK Palembang (Palembang, Februari 2018)_Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyiasati kecilnya anggaran APBN kegiatan litbang. Salah satunya seperti yang dilakukan Balai Litbang LHK (BP2LHK) Palembang, yaitu dengan menjajaki pendanaan kolaboratif bersama mitra potensial.

Rabu (14/02), di ruang rapat Tembesu, BP2LHK Palembang mengadakan pertemuan dalam rangka penjajakan kerja sama. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa LSM internasional, seperti International Center Research in Agroforestry (ICRAF), World Resource Institute (WRI), Zoological Society London (ZSL), IDH, LSM nasional, Yayasan Belantara dan tak lupa juga LSM lokal, Hutan Kita Institute (HAKI).

Selain mengundang LSM, BP2LHK Palembang juga mengundang beberapa perusahaan seperti PT. Hindoli-Cargill, PT. KEN dan PT. Sampoerna Agro beserta beberapa instansi pemerintah daerah seperti Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Provinsi Sumsel, dan beberapa  KPH yang berada di lingkup Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya Kepala Balai Litbang LHK Palembang, Tabroni mengungkapkan bahwa SDM peneliti yang ada di BP2LHK Palembang cukup ideal, karena ditunjang dengan jumlah peneliti yang cukup banyak, yaitu 26 peneliti dan dengan berbagai jenis kepakaran.

Selain itu, BP2LHK Palembang sudah banyak menorehkan keberhasilan di bidang penelitian dan pengembangan yang berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat luas. Seperti yang akhir-akhir ini jadi perbincangan nasional maupun internasional yaitu keberhasilan mengelola Kebun Konservasi Plasma Nutfah (KKPN) yang berada di Sepucuk, OKI. KKPN ini dijadikan lokasi field visit kegiatan Bonn Challenge di tahun 2017 lalu dan menjadi salah satu rujukan dalam pengelolaan restorasi gambut di Indonesia.

Hadir pula dalam pembahasan ini, Kepala Pusat Litbang Hasil Hutan, Dwi Sudharto. Dwi mengaku sebagai pembina, dia merasa ikut bertanggung jawab dalam perencanaan kegiatan litbang di balai ini.

“Setiap kegiatan diharapkan ada novelty atau keterbaharuannya, dan analisis ekonominya juga harus dibuat agar dapat tercipta peluang-peluang bisnis dari hasil-hasil riset litbang,” kata Dwi.

Menurut Dwi, kegiatan pembahasan ROP dengan mengundang mitra potensial ini merupakan suatu terobosan. “Diskusi hari ini diharapkan mampu menciptakan sinergi, harmoni dan kolaborasi kegiatan litbang KLHK dengan pihak swasta lainnya,” kata Dwi.

Lebih lanjut, Dwi mengatakan, BP2LHK Palembang memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, contohnya KHDTK Kemampo. KHDTK yang cukup dekat dengan pusat kota ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai Taman Wisata Ilmiah.

“Disini ada pakar gaharu, kita buat teh gaharu. Buat kreasi di Kemampo, seperti gaharu tea valley di Gopeng Malaysia. Jadi, nanti setiap 200 meter kita jalan di KHDTK bisa mampir dulu dan menyicipi teh gaharu,” kata Dwi.

Pembahasan rencana operasional penelitian BP2LHK Palembang tahun 2018 ini membahas 10 judul penelitian. Di sesi pertama, dua orang peneliti memaparkan rencana penelitiannya. Bastoni menyampaikan tentang Pengembangan Teknologi Konservasi Jenis-Jenis Flora Langka dan Unggulan Hutan Rawa Gambut Sumatera. Sedangkan Efendi Agus Waluyo menyampaikan tentang Penguatan Inovasi dan Tata Kelola Lokal Pemanfaatan Ekosistem Rawa Gambut Tanpa Bakar.

Sesi kedua diisi dengan paparan oleh empat orang peneliti.  Budidaya Tumbuhan Berkhasiat Obat Degeneratif Metabolik di Sub Regional Sumatera Bagian Selatan dipaparkan oleh Asmaliyah, sedangkan Nanang Herdiana berbicara tentang Konservasi, Budidaya dan Tata Niaga Rotan Jernang. Rencana penelitian yang juga dibicarakan di sesi kedua ini adalah penelitian Pengembangan Tanaman Unggulan Hasil Pemuliaan di KHDTK oleh Imam Muslimin dan Pengembangan Gaharu sebagai Komoditas Bisnis KPH dan Masyarakat Desa oleh Agus Sofyan.

Di sesi ketiga pembahasan ini, kembali empat orang peneliti memaparkan rencana penelitiaannya. Edwin Martin membahas tentang Model Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan Desa untuk Menjamin Keberlanjutan Fungsi Lindung di Hulu DAS Musi, Hengki Siaahaan tentang Pengembangan Energi Biomassa sebagai Energi Alternatif Terbarukan di Sumatera Selatan, AH Lukman berbicara tentang Pengembangan Hutan Tanaman Kayu Pertukangan sebagai Komoditas Usaha di KPH serta Sri Lestari yang membahas Pengembangan Sentra Produksi Kayu Bambang Lanang (Magnolia champaca) dalam Mendukung Perhutanan Sosial di Sumatera Selatan.

Untuk membangun peluang sinergitas riset antar pihak, beberapa LSM juga ikut mempresentasikan progress kegiatan lembaganya, yaitu dari ICRAF, WRI dan ZSL Kelola Sendang. Dari hasil pemamparan dan diskusi kegiatan ini, pihak luar yang diundang sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini dan memberikan pandangan baru bagi pihak mereka mengenai kegiatan yang dilakukan litbang kehutanan selama ini. Tentunya, signal-signal kerja sama riset yang diberikan oleh pihak luar ini akan ditangkap dan dibahas lebih detil oleh kedua belah pihak.***FA