KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita LHK
Posted by Rizda Hutagalung - 12:00 am, 01. February 2018 - 20 klik

KLHK Amankan 978 Kayu Illegal Logging di Kalimantan Barat

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis, 1 Februari 2018. Sebanyak 388 batang kayu olahan jenis Belian berhasil diamankan oleh SPORC Brigade Bekantan Seksi Wilayah III Pontianak, Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan. Kayu olahan ini diduga merupakan hasil tebangan liar (illegal logging) dari Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), Provinsi Kalimantan Barat, berdasarkan hasil Operasi Pengamanan Kawasan Hutan oleh Tim SPORC dan Polisi Kehutanan Balai TNGP di dalam kawasan, pada hari Minggu (28/01/2018) dan hari Senin (29/01/2018) lalu. 
 
Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK, Rasio Ridho Sani, menerangkan, kayu olahan tersebut diperoleh dari 4 unit kapal motor, yang dibawa oleh 10 pelaku di Sungai Matan dan Sungai Batu Barat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat.
 
"Dari penangkapan ini, penyidik telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka dan menyita 388 Batang kayu olahan jenis Belian. Kayu-kayu tersebut dibawa dari Tempat Penumpukan Kayu (TPK) Matan yang berada di batas kawasan TNGP, dan tidak memiliki dokumen sahnya hasil hutan", jelasnya. 
 
Rasio juga menambahakan bahwa, keempat tersangka berinisial JUM (35 th), KAD (21 th), SAD (46 th), SDM (45 th) tersebut, telah ditahan di Rutan kelas IIb Ketapang, sedangkan barang bukti 388 batang kayu olahan jenis Belian dititipkan di Kantor SPTN II Teluk Melano BTNGP, dan 4 unit Kapal motor dititipkan di Polsek Simpang Hilir. 
 
Atas kejadian ini, keempat tersangka telah melanggar Pasal 83 Ayat (1) huruf b dan atau Pasal 88 Ayat (1) huruf a UU No 18 Tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusak Hutan, dan terancam hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, serta denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar. 
 
Pada hari yang sama (28/01/2018), Tim SPORC juga telah berhasil menangkap seorang penampung kayu illegal dari Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS) Kabupaten Kapuas Hulu. Dari kejadian ini, Penyidik telah menyita 590 batang kayu olahan jenis Pukul Kawi (Rimba Campuran), dan menetapkan TS (29 th) sebagai Tersangka.
 
"Kayu-kayu tersebut juga diduga berasal hasil tebangan liar di dalam kawasan TNBKDS, karena tidak dilengkapi dengan dokumen sahnya hasil hutan", Rasio Ridho menerangkan. 
 
Saat ini tersangka TS terancam hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, serta denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar. TS telah melanggar Pasal 83 Ayat (1) huruf b dan atau Pasal 87 Ayat (1) huruf b dan atau Ayat (1) huruf c UU No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusak Hutan.
 
"Dalam kasus ini Penyidik akan melakukan lacak balak terhadap asal usul kayu tersebut, dan pengembangan kasus sehingga dapat mengungkap pelaku lainnya yang diduga terlibat", tegas Rasio Ridho. (*)
 
Sumber: http://ppid.menlhk.go.id/siaran_pers/browse/1030