KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita Litbang
Posted by Author - 12:05 pm, 15. January 2018 - 167 klik

Studi Banding, Pemerhati Lebah dari Belgia Kunjungi BP2TSTH Kuok

BP2TSTH (Kuok, 10/01/2018)_Berbekal informasi dari website, Prof. Irwan Effendi, mantan Kepala Dinas Kehutanan Riau dan  rombongan berkunjung ke Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok di sela-sela perjalanan menuju ke PLTA Koto Panjang, Rabu (10/01). Turut serta dalam rombongan Ferdinand H.P. Wouda dari Belanda dan Huygmebaert Bram, seorang pemerhati lebah dari Belgia.

Bram beserta rombongan datang ke BP2TSTH Kuok bertujuan untuk studi banding sekaligus untuk memperoleh informasi terkait budidaya perlebahan yang dilakukan di Indonesia pada umumnya, khususnya di BP2TSTH Kuok.

“Pada dasarnya, kami terbuka untuk siapa saja yang ingin memperoleh informasi maupun pengetahuan tentang budidaya lebah madu. Jenis lebah yang ada di Indonesia dan Eropa pun tidak jauh berbeda, sehingga diharapkan para peneliti dan pemerhati dapat saling bertukar informasi agar dapat membuka wawasan sehingga mampu menghasilkan ide-ide cemerlang untuk pengembangan budidaya lebah madu yang lebih baik,” kata Mochlis, Kepala BP2TSTH Kuok.

Sambil berdiskusi, dalam kesempatan ini, rombongan juga berkesempatan melihat koloni lebah budidaya, produk-produk turunan dari lebah madu serta menonton video terkait dengan pengenalan dan budidaya lebah madu yang ada di Indonesia.

“Secara umum, lebah di Indonesia yang cenderung memiliki iklim tropis dengan 2 (dua) musim dan di Belgia yang memiliki iklim sub tropis dengan 4 (empat) musim hampir sama, yaitu sama-sama mengalami panen raya ketika memasuki bulan Mei – Juli,” kata Bram.

Lebah madu dapat menyesuaikan diri untuk setiap iklim, pada musim dingin mereka akan berhibernasi dan menghangatkan suhu tubuh mereka sampai musim dingin berakhir, sehingga lebah madu tidak akan mati begitu saja saat musim dingin.

“Dari jenis lebah antara di Indonesia dengan di Eropa hampir sama, yaitu jenis Apis, yang membedakan hanya sumber pakannya sehingga madu yang dihasilkan juga berbeda,” kata Purnomo, peneliti perlebahan BP2TSTH Kuok.

Produk lebah madu di Belgia lebih banyak digunakan sebagai campuran bahan makanan untuk pembuatan coklat dan juga suplemen untuk menunjang kesehatan.***ASY & AY