KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Fokus Litbang
Posted by sahri - 06:00 am, 12. January 2018 - 170 klik

Anara, Pengembara Betina dari BP2LHK Manado

FORDA (Manado, 12/1/2018)_Jan Darmadi, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) diberikan kehormatan secara khusus oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dr. Siti Nurbaya untuk memberikan nama kepada anak Anoa (Bubalus depressicornis) yang lahir di Anoa Breeding Center (ABC) Badan Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado.

Kelahiran Anoa yang bernama Anara (dalam bahasa Spanyol berarti Pengembara-red), adalah bentuk keberhasilan Kementerian LHK dalam bidang konservasi fauna, khususnya satwa endemic yang terancam punah. “Anak Anoa ini adalah harapan untuk kegiatan pelestarian Anoa”. Kata Siti Nurbaya. Sementara itu, Siti Nurbaya juga menekankan perlunya menjaga kelestarian sumberdaya alam dengan upaya yang kuat, salah satunya adalah dengan mengembalikan kelestarian Anoa di alam.

“Pemberian nama anak Anoa oleh Bapak Jan Darmadi ini juga simbol dalam langkah mengajak menjaga kelestarian sumberdaya alam fauna” tambah Siti Nurbaya.

Senada dengan Siti Nurbaya, Jan Darmadi juga mengajak semua pihak untuk menjaga kelestarian alam, dengan saling bekerjasama antara seluruh pihak baik Pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masayarakat, mendukung konservasi keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia.

Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Dr. Agus Justianto dalam laporannya mengatakan saat ini kondisi Anara dalam kondisi yang sehat dengan pertumbuhan yang baik. “Anara merupakan anak Anoa ke-dua yang lahir secara alami, tanpa bantuan medis di ABC BP2LHK Manado, setelah sebelumnya telah lahir Maesa yang namanya diberikan langsung oleh Wakil Pesiden, Dr. Jusuf Kalla” ujar Agus Justianto.

Secara khusus Agus Justianto juga mengatakan, keberadaan ABC BP2LHK Manado mempunyai peranan penting dalam hal konservasi satwa di Indonesia. Menurut Agus Justianto, untuk memperkuat konservasi di Indonesia, BLI akan melakukan kerjasama lebih luas dengan berbagai pihak mulai dari intern Kementerian LHK, Pemda, maupun pihak lain yang peduli akan konservasi.

Setelah membubuhkan tandatangan di poster Anara, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon yang berlokasi tidak jauh dari kandang Anara dan sang induk. Turut menanam, anggota Wantimpres, Jan Darmadi, Menteri LHK, Dr. Siti Nurbaya, Kepala BLI, Dr. Agus Justianto dan pejabat lain yang menghadiri acara tersebut.

Anara lahir pada hari Rabu, 8/11/17, tanpa bantuan medis dengan bobot 3,5kg, Panjang 60cm dan tinggi 50cm. lahirnya Anara merupakan harapan dalam pelestarian satwa endemik di Indonesia. Dengan lahirnya sang pengembara betina ini berarti terdapat 9 (Sembilan) ekor Anoa yang ada di ABC BP2LHK Manado. ***MSC