KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Ministry of Environment and Forestry Republic of Indonesia
www.menlhk.go.id

Berita
Posted by Author - 10:39 am, 10. January 2018 - 39 klik

Festival Iklim 2018: Tiga Tahun Capaian Pengendalian Perubahan Iklim

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa, 9 Januari 2018. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan menyelenggarakan Festival Iklim 2018 tanggal 16 – 17 Januari 2018 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Festival yang mengangkat tema “Tiga Tahun Capaian Pengendalian Perubahan Iklim” diisi dengan kegiatan: Launching Produk dan Rencana Penyusunan Kebijakan Strategis Pengendalian Perubahan Iklim; Workshop dan Seminar; dan Dialog Iklim dengan Anak Sekolah; serta Pameran.

Ditambahkan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, KLHK, Nur Masripatin, dalam jumpa pers pada Selasa (9/01/2018) bahwa, “Target utama dari Festival Iklim 2018 ini adalah mengkomunikasikan kepada publik capaian tiga tahun KLHK setelah mendapat mandat pengendalian perubahan iklim, serta menggalang partisipasi dari semua pihak melalui Nationally Determined Contribution (NDC)”.

NDC adalah dokumen komitmen negara pihak pasca 2020, berisi kerangka transparansi, stok global, serta fasilitasi dan pemenuhannya.

Nur Masripatin menjelaskan acara utama adalah launching produk berupa buku dan peraturan, diskusi paralel tentang capaian NDC, juga ada dialog dengan para pihak serta membahas mekanisme pendanaan, serta pameran. “Untuk pameran, dari 27 booth yang disiapkan panitia, sudah mendaftar 40 peserta dari aktifis, LSM dan para pihak. Juga sampai hari ini sudah 200 peserta yang mendaftar untuk terlibat dalam event tersebut”, jelas Nur.

Target yang terkait langsung dengan KLHK meliputi dua sektor, kehutanan dan limbah. Dikatakan Nur Masripatin untuk kehutanan dilakukan melalui empat upaya yaitu pengurangan deforestasi, prinsip pengelolaan berkelanjutan (sustainability), rehabilitasi gambut, dan rehabilitasi lahan terdegradasi.

Sementara sektor limbah dilakukan melalui prinsip 3R (reduce, reuse dan recycle), dan pengurangan limbah cair dan domestik sebasar 40%.

Lima Kementerian sektor terkait dengan mitigasi perubahan iklim, yaitu Kementerian LHK, Kementerian ESDM, Kementerian PUPR, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pertanian telah berproses menuju pencapaian target NDC. Demikian juga untuk aspek adaptasi perubahan iklim Kementerian/Lembaga terkait juga sudah menyiapkan dirinya masing-masing maencapai target NDC yang ditetapkan. Kementerian LHK sebagai National Focal Point (NFP) sudah menyusun 9 Strategi Implementasi NDC dan menyiapkan berbagai perangkatnya.

Indonesia telah menindaklanjuti hasil Paris Agreement dengan meratifikasi perjanjian ini dengan Undang-Undang No. 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perubahan Iklim). Dalam waktu yang hampir bersamaan Indonesia juga telah menyampaian komitmen nasional dalam Indonesia’s NDC untuk mengurangi emisi sebesar 29% dari Business as Usual dengan upaya sendiri dan sampai 41% dengan bantuan internasional.

Target conditional ini, akan dicapai melalui penurunan emisi GRK sektor kehutanan (17,2%), energi (11%), pertanian (0,32%), industri (0,10%), dan limbah (0,38%). Target ini menempatkan sektor kehutanan, terutama REDD+ dengan peran penting akademisi untuk mencapai target tersebut, dari sisi aksi mitigasi perubahan iklim.

Festival ini bertujuan penyampaian informasi progres implementasi Paris Agreement (PA) dan NDC ke masyarakat umum. Selain itu juga sebagai sarana untuk bertukar pikiran tentang rencana, agenda dan aksi pengendalian perubahan iklim oleh dan untuk berbagai stakeholder.

Progres ini perlu diketahui oleh publik dan memerlukan pelaksanaan/tindak lanjut oleh Kementerian/Lembaga sesuai mandat masing-masing secara sinergis dengan K/L terkait, serta upaya peningkatan pelibatan Peran Non-Party stakeholders (Pemerintah Propinsi/Kabupaten/Kota, swasta, dan civil societies serta masyarakat).

“Kalangan pemerintah propinsi/kabupaten/kota, swasta, akademisi, peneliti dan NGO serta masayarakat luas perlu diketahui oleh publik apa yang menjadi peran mereka dalam meraih target NDC, serta best practices yang mereka punyai. Hal-hal inilah yang mendorong dilaksanakannya Festival Iklim 2018”, pungkas Nur Masripatin.

 

Sumber: http://ppid.menlhk.go.id/siaran_pers/browse/978