Fokus Litbang
Posted by Rizda - 03:25 pm, 11. December 2017 - 366 klik

Peresmian Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC)

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, 10/12/2017)_Setelah berproses selama hampir 2 tahun, akhirnya Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC) diresmikan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Ir. Wiratno, M.Sc, Kamis (07/12). Peresmian tersebut dilakukan setelah pembangunan fasilitas sarana prasarana gajah selesai dan satwa gajah sudah berada di lokasi KHDTK Aek Nauli.

ANECC ini merupakan kolaborasi antara Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (BBKSDAE) Sumatera Utara, dan Lembaga Veterinary Society for Sumatran Wildlife Conservation (Vesswic) yang secara bersama-sama menyadari pentingnya menjaga kelestarian satwa yang dilindungi dalam hal ini Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).

Acara peresmian ini dihadiri beberapa pejabat lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seperti Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Dr. Agus Justianto, Tenaga Ahli Menteri Bidang Dukungan Kerja Pengembangan Danau Toba, Gideon Ketaren, Sekretaris BLI, Dr. Ir. Sylvana Ratina, M.Si , Kepala Puslitbang Hasil Hutan Dr. Ir. Dwi Sudharto, M.Si, serta para Kepala UPT Kementerian LHK di Prov. Sumatera Utara. Selain itu, instansi lain seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera utara, Kapolres Simalungun, Dandim Simalungun, serta pejabat dan masyarakat daerah setempat juga hadir pada acara tersebut.

Dalam sambutannya, Dirjen KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk konservasi, penelitian, dan mendukung wisata di Danau Toba.  ”Perlu adanya penyadartahuan dan pendampingan masyarakat serta mengadakan kampanye mengenai pentingnya kelestarian di habitat aslinya untuk mencegah gajah ini tidak punah,” kata Wiratno.

Kepala Badan Litbang dan Inovasi, Dr. Agus Justianto yang juga memberikan sambutan, mengatakan bahwa BP2LHK Aek Nauli sebagai institusi Litbang, dengan kedatangan gajah ini sudah tentu program pengembangan penelitian di Kawasan ANECC ke depannya juga harus terus ditingkatkan. Berbagai program litbang yang akan segera dilaksanakan antara lain tentang proses adaptasi gajah di hutan dataran tinggi, peningkatan peluang reproduksi, teknik pengkayaan dan pengembangan pakan alternatif, desain produk wisata  serta  strategi penguatan kelembagaan pengembangan ANECC.

Harapannya, akan segera tersusun beragam informasi pengetahuan dan rekomendasi rencana aksi pengelolaan gajah dalam upaya meningkatkan konservasi dan paket wisata ilmiahnya yang lebih komprehensif.

Setelah acara sambutan, dilaksanakan penandatanganan prasasti dan penggguntingan pita oleh Dirjen KSDAE sebagai monumen penanda telah dibukanya ANECC secara resmi. Selanjutnya Dirjen KSDAE dan rombongan tamu undangan meninjau ke lapangan, dimana telah terbangunnya fasilitas berupa panggung pertunjukan, joglo, shelter, pusat informasi, rumah mahout, kandang tidur gajah, kolam mandi gajah, dan klinik gajah.

Sebagai hiburan, rombongan juga berkesempatan melihat atraksi yang dilakukan oleh 4 ekor gajah, yaitu Ester (betina, ± 36 tahun), Vini (betina, ± 30 tahun), Siti (betina, ± 37 tahun), dan Lubing (jantan, ± 12 tahun).

Dirjen KSDAE dan Kepala BLI sebelum masuk area atraksi mendapat kehormatan pengalungan bunga oleh gajah Lubing. Kemudian setelah sesi memberikan makanan pada gajah, selanjutnya gajah-gajah tersebut melakukan atraksi hormat, duduk, tidur, dan bergaya ala foto model.

Masyarakat desa Sibaganding yang hadir turut menyatakan kegembiraannya. “Senang sekali dengan adanya gajah di Aek Nauli ini, kami tidak perlu lagi pergi jauh untuk melihat gajah, sekarang hanya beberapa menit saja, saya dan anak-anak sudah bisa lihat gajah,” katanya dengan semangat.

Di penghujung acara tidak lupa dilaksanakan penanaman pohon kenangan jenis Macadamia integrifolia oleh Dirjen KSDAE, Kepala BLI, Kadis LHK Prov Sumut, dan Kapolres Simalungun di sekitar areal atraksi gajah. selanjutnya dilakukan ‘uji nyali’ panen madu di sarang yang sudah disiapkan di kampus Balitbang Aek Nauli. Dengan peresmian ini tentunya diharapkan operasional kegiatan ANECC dapat segera berjalan sebagaimana yang sudah direncanakan.***