Bersinergi Mengelola Sumber Mata Air, BRI Syariah dan BLI-KLHK Tanda Tangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama

Posted By lusi 31 October 2017 - 09:00 am

FORDA (Bogor, 30/10/2017)_Dalam rangka bersinergi mengelola mata air dan meningkatkan kualitas serta pemanfaatan air agar lebih higienis dan memenuhi standard baku mutu kesehatan, Direktur BRI Syariah dan Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Kementerian LHK menandatangani Nota Kesepahaman di Kampus BLI Gunung Batu, Bogor, Senin (30/10/2017) disertai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (P3H).

Nota Kesepahaman antara BLI-KLHK dengan PT. BANK BRISYARIAH tentang Peningkatan Peran dan Pemanfaatan Fasilitas/Jasa Perbankan Dalam Mendukung Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Ligkungan Hidup dan Kehutanan, sedangkan Perjanjian Kerjasama antara P3H-BLI dengan PT. BANK SYARIAH tentang Implementasi Program, Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Pengelolaan Sumber Mata Air di Arboretum Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan.

Dalam sambutannya, Kepala BLI, Dr. Henry Bastaman mengatakan, “Di lingkungan P3H tepatnya di lokasi arboretum terdapat titik sumber mata air yang selama ini mengalir dan digunakan begitu saja tanpa pengolahan, yang telah dimanfaatkan masyarakat sekitarnya untuk keperluan rumah tangga.”

“Mata air ini, Insya Allah ini mirip miniatur air zam-zam, yang mengeluarkan air terus menerus,” Kata Henry.

“Hal inilah yang mendorong BLI untuk mengelola sumber mata air ini dengan lebih baik, sehingga akan jauh lebih baik lagi dan dapat lebih dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” tambah Henry.

Secara kuantitas, sekarang ini, debit air yang keluar sebanyak 20 liter/detiknya, baik pada musim hujan maupun kemarau. Selain kuantitas, secara kualitas juga sudah diuji oleh hampir semua parameter kuncinya dengan hasil bagus atau nol.  Sebagai contoh, nilai coliform nya nol walaupun sumber mata air tersebut berada disamping sungai Cisadane (yang biasanya kalau diambil sampel air sungai Cisadane, nilai coliformnya pasti tinggi sekali) serta berbagai parameter lain juga sudah diuji  dan menunjukan hasil yang negatif, seperti shigella, vibrio cholorae dan staphiloci aureus. Semua kandungan logamnya juga sudah teruji, jadi secara kualitas tidak ada masalah.,” jelas Henry.

Ditargetkan bulan November 2017 instalasi/fasilitas sudah mulai dibangun dan pada Desember 2017 sudah ada poduksi air layak minum. Sedangkan Januari 2018 - Desember 2018 mulai dikembangkan kualitas dan kuantitas produksi layak minumnya, seperti penambahan tangki penampung dan mesin produksinya, dan pada Januari 2019 - Desember 2019 diharapkan semua sudah bisa berjalan. Jika rencana ini berjalan, maka ditargetkan  sebanyak 50.000 liter/hari air layak minum dapat diproduksi sehingga kita bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

“Harapannya, kalau nanti sudah bekerjasama dengan BRISyariah, kita bisa proses air ini dengan menggunakan satu sistem pengolahan air minum, sehingga  nantinya akan mempunyai nilai lebih dan bisa menjadi air yang layak dikonsumsi untuk diminum.” kata Henry

Selain itu Henry juga berharap agar kerja sama ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya. Ini adalah kerjasama yang mempunyai nilai plus dari kerjasama yang lain, karena ini merupakan kerjasama dunia dan akherat.

Lebih lanjut Henry mengatakan, “Karena secara teknis, teknologinya  kita sudah siap untuk bekerjasama dengan BRISyariah, hanya kedepan, bisnis plannya yang harus kita kembangkan, bagaimana pengelolaanya dan pola produksinya akan kita bahas bersama.”

Menyambut baik kerjasama tersebut, Direktur BRISyariah, Indra Suseno mencoba bersinergi di bidang CSR dengan BLI KLHK dengan memberikan bantuan dana untuk pengelolaan sumber mata air di Arboretum P3H.

Dikatakan Indra, dengan bantuan ini BRISyariah diharapkan dapat membantu BLI, antara lain  dalam : 1) Menyediakan sarana dan prasarana teknologi pengelolaan mata air; 2)  Pembangunan sistem pengelolaan air minum; 3) Membuat unit pengemasan galon/botol ke internal kehutanan; 4) menyediakan gudang penyimpanan dan transportasi serta; 5) Distribusi air untuk masyarakat umum sehingga masyarakat dapat terbantu dan menikmati arboretum ini.

Selain itu, Indra juga berharap kerjasama ini nantinya dapat diperluas ruang lingkupnya sehingga tidak hanya terbatas di BLI saja tetapi juga mencakup keseluruhan KLHK.

Setelah dilakukan penandatanganan MoU dan PKS, acara dilanjutkan dengan pemberian cindera mata, foto bersama dan diakhiri dengan mengunjungi sumber mata air yang berada di areal Arboretum P3H.***LG.

 

Write a comment

Komentar