Press Tour, BLI dan Mitra Deklarasikan Mangrove Center Karangsong Indramayu Jadi Pusat Riset Mangrove Bagian Barat

Posted By Rizda 30 October 2017 - 12:00 am

FORDA (Indramayu, 28/10/2017)_Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian LHK kembali melakukan kunjungan jurnalistik atau biasa disebut press tour, Sabtu (28/10). Kali ini, sejumlah wartawan dari berbagai media massa, baik elektronik, cetak maupun online dari Jakarta dan kontibutor lokal diajak meliput deklarasi pembentukan Mangrove Center Karangsong Indramayu menjadi Pusat Riset Mangrove Bagian Barat yang dilakukan oleh BLI bersama para mitra.

Deklarasi Pembetukan Pusat Riset Mangrove ini merupakan komitmen bersama untuk melaksanakan penelitian dan pengembangan mongrove guna mendukung pengelolaan ekosistem mengrove secara lestari.

Sebagaimana diketahui, tahun 2015, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Siti Nurbaya telah mencanangkan Program Mangrove Center di Karangsong, Kabupaten Indramayu. Dengan deklarasi ini, Mangrove Center ini akan menjadi pusat kegiatan penelitian mangrove yang meliputi aspek silvikultur, ekologi, konservasi keanekaragaman hayati, ekowisata, perubahan iklim, karbon, kualitas lingkungan perairan dan pemberdayaan  masyarakat.

Para pihak yang berpartisipasi dalam deklarasi tersebut, yaitu BLI – KLHK, PT. Pertamina (Persero) RU VI Balongan, Kelompok Pantai Lestari, dan salah seorang wartawan mewakili awak media. Pemerintah Kabupaten Indramayu yang terdiri dari Bupati, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendidikan, serta Badan Perencanaan Pembangunan, Litbang Daerah Kabupaten Indramayu juga turut berpartisipasi dalam deklarasi tersebut.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Kepala BLI, Dr. Henry Bastaman mengatakan, ini adalah salah satu cerita keberhasilan mengembalikan suatu area yang tadinya rusak dan sekarang kembali bagus. Untuk itu 6 media nasional, ditambah kontributor dari Indramayu diajak ke sini untuk melihat secara langsung, untuk menyiarkan apa yang dilakukan di Karangsong Indramayu ini.

“Jadi mungkin, kalau kita tidak tau sejarahnya, kita tidak akan menyangka ini adalah sentuhan tangan manusia, terutama oleh Kelompok Pantai Lestari dan kemudian dibantu oleh berbagai pihak yang mengembangkannya,” kata Henry.

Ini sangat memberikan pencerahan bagi kita bahwa bukan suatu yang tidak mungkin, kita memperbaiki yang penting niatnya ada dan melibatkan banyak pihak, dan masyarakat menjadi ujung tombaknya. Ini terbukti, kembali memberi manfaat yang besar kepada masyarakat.

Henry menceritakan, begitu dilaporkan tentang buku muatan lokal Lingkungan Hidup Tematik Mangrove yang disusun oleh peneliti utama Puslitbang Hutan - BLI, Dr. Hendra beserta tim dari berbagai pihak, Ibu Menteri LHK langsung memerintahkan BLI untuk segera berkunjung ke tempat ini membawa para wartawan untuk meliput, supaya media dapat melihat secara langsung.

Yang kedua, perintah Ibu Menteri kepada BLI untuk membangun dan mengembangkan pusat riset mangrove untuk kawasan barat. “Jadi kami coba memulai, karena kita mempunyai keahliannya, banyak peneliti yang memang areanya di situ. Harapan kami nanti Pak Ali (Ketua Kelompok Pantai Lestari) bisa memperkuat untuk bagaimana Karangsong ini dapat lebih berkembang dan menggunakan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan yang kita miliki,” kata Henry.

Dengan demikian, Henry berharap hasilnya dapat lebih baik dan berkembang dengan pesat. Dan menurutnya, yang paling penting, mangrove center ini menjadi pusat penelitian mengrove di wilayah Barat, mengingat kalau di wilayah Timur ada di Surabaya dan Bali.

“Ini makanya kita hadir di sini, kita coba mendeklarasikan, harapannya nanti ke depannya semakin banyak pihak yang ikut terlibat secara langsung,” kata Henry.

Seperti kegiatan Press Tour BLI sebelumnya, pada press tour kali ini juga dilakukan penanaman pohon. Para pihak yang terlibat dalam deklarasi ini melakukan penanaman pohon berbagai jenis mangrove di tepi pantai Karangsong.

Diinformasikan, pagi harinya sebelum berangkat menuju Kawasan Ekowisata Mangrove Karangsong, rombongan Press Tour BLI bertemu dengan Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah di Pendopo Bupati Indramayu.

Pada kesempatan ini juga, Bupati menyampaikan beberapa hal terkait Karangsong yang menjadi catatan bagi BLI dan dilanjutkan penyerahan Buku 150 Inovasi BLI oleh Kepala BLI kepada Bupati sebagai cinderamata. Karena ada pekerjaan yang tidak dapat diwakilkannya, kepada Kepala BLI dan rombongan, Bupati meminta maaf tidak dapat hadir dalam deklarasi tersebut dan sudah mewakilkannya kepada pejabat terkait.***Risda Hutagalung

 

Berita Terkait:

Mangrove Center Karangsong, Cerita Sukses Perbaikan Ekosistem Inisiatif Masyarakat Lokal yang Patut Dicontoh

Wariskan Semangat Konservasi, Peneliti KLHK dan Mitra Susun Buku “PLH Tematik Mangrove” yang Masuk Kurikulum SD di Indramayu

Write a comment

Komentar