BP2TPDAS Diseminasikan Hasil Riset Mitigasi Banjir Bandang ke BPDASHL

Posted By Rizda 11 October 2017 - 06:32 am

BP2TPDAS (Solo, 09/10/2017)_Mendukung kegiatan eselon 1 lain di Kementerian Lingkuangan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS (BP2TPDAS) mengenalkan hasil riset kepada 24 Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung (PDASHL). Kegiatan tersebut dikemas dalam Alih Teknologi Mitigasi Banjir Bandang yang dilaksanakan di Hotel Lorin, Solo pada 4-6 Oktober 2017. 

“Hari ini istimewa karena pada hari ini kita mengadakan alih teknologi (altek) mitigasi banjir bandang dimana pada hari ini, 7 tahun lalu yaitu tanggal 4 Oktober 2010 telah terjadi banjir bandang di Wasior Papua,” kata Dr. Nur Sumedi, kepala BP2TPDAS saat memberikan sambutan, Rabu (04/10).

Untuk memperingati hal tersebut, Sumedi mengajak kepada seluruh tamu undangan dan peserta yang hadir pada kegiatan teraebut untuk mengheningkan cipta selam 1 menit. Disadari bahwa pada peristiwa tersebut telah memakan korban sebanyak 158 orang tewas dan 145 orang masih luka-luka.  

“Banjir bandang merupakan salah satu bencana nasional yang juga menjadi prioritas nasional. Banjir bandang ini merupakan suatu peristiwa yang khas, yang sebetulnya bisa diminimalisir dampaknya,” kata Sumedi.

Lebih lanjut, Sumedi menyatakan bahwa Tim Peneliti BP2TPDAS Solo telah berhasil melakukan riset untuk mitigasi banjir bandang yang dianalisis dari aspek biofisik, sosial dan kelembagaan. Banjir bandang merupakan banjir yang terjadi karena intensitas hujan yang tinggi sehingga debit sungai membesar secara tiba-tiba dan melebihi kapasitas aliran serta membawa debris (batu-batu, batang pohon, tanah, lumpur dan semua material yang sebelumnya menyumbat aliran. 

“Materi tersebut akan disampaikan dalam bentuk teori dan praktek. Mudah-mudahan apa yang disampaikan bermanfaat, mudah diikuti dengan baik dan bisa diadopsi sepenuhnya serta bisa dikembangan di tempat tugas masing-masing,” harapnya. 

Ir. Yuliarto, JP., M.AP., Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalias DAS (Dir. PEPDAS) mendukung kegiatan yang diselenggarakan oleh BP2TPDAS. Menurutnya dalam aspek ketiga pengelolaan DAS yaitu scientific base. Hal ini berarti bahwa dalam pengelolaan DAS harus cerdas serta harus jelas dasar ilmunya. 

“Hari ini, BP2TPDAS akan memberikan pembekalan kepada kita bagaimana sebelum terjadi bencana banjir bandang. Ini menarik untuk kita ketahui. Mudah-mudahan teman-teman bisa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan, sehingga dapat diterapkan. Kegaitan ini, saya pandang sebagai on job training,” kata Yuliarto. 

Pada akhir arahannya, Yuliarto berharap Litbang untuk selalu mengupdate informasi dari Ditjen PDASHL sehingga akan terjadi sinergisitas yang terus menerus terutama dalam pengembangan SDM. “SDM adalah kunci dalam pengelolaan DAS,” tegasnya.***

 

Artikel Terkait:

Keberadaan Hutan Belum Dianggap Penting Oleh Masyarakat di Luar Kehutanan

 

Informasi Lebih Lanjut:

Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS (BPPTPDAS)

Website : http://dassolo.litbang.menlhk.go.id atau  http://balitekdas.org

Jl. Jend. A. Yani Pabelan Kotak Pos 295, Surakarta 57012, Telp.  0271 - 716709, Fax.   0271 – 716959

Write a comment

Komentar