Sebarluaskan Hasil Litbang Unggulannya, BP2LHK Aek Nauli Tampil di TVRI

Posted By Rizda 11 October 2017 - 05:15 am

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, 09/10/2017)_Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli mulai menyebarluaskan hasil-hasil litbang unggulannya melalui media massa elektronik. Beberapa waktu lalu, Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut., M.Si diundang untuk mengisi acara live “Dialog Tani” dengan topik ‘Budidaya Kemenyan’ di Televisi Republik Indonesia (TVRI).

Media massa mempunyai peranan yang berarti untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas, termasuk yang berkaitan dengan pencapaian tujuan pembangunan. Termasuk televisi telah menjadi suatu fenomena besar abad ini. Televisi dinilai sebagai media massa yang paling efektif saat ini dan banyak menarik simpati masyarakat luas, karena perkembangan teknologinya begitu luas.

Televisi Republik Indonesia (TVRI) merupakan salah satu media audio visual yang berkontribusi dalam membuat program-program siarannya untuk membangun bangsa dan negara Indonesia yang modern dengan masyarakat yang aman, adil, tertib dan sejahtera, yang bertujuan supaya tiap warga Indonesia mengenyam kesejahteraan lahiriah dan mental spiritual. Melalui salah satu progam siarannya “Dialog Tani”, TVRI mengharapkan informasi paket teknologi hasil-hasil penelitian tersebarluas kepada petani, pelaku agribisnis, dan masyarakat.

BP2LHK Aek Nauli sangat konsen dengan budidaya Kemenyan karena  prospek HHBK sangat besar ke depannya mengingat hasil hutan kayu sudah menipis. Dengan adanya sentra kemenyan di Sumatera Utara, perlu dilakukan kajian sosial, ekonomi, budidaya (silvikultur), keterkaitan serta peranan lingkungan pengelolaan hutan kemenyan baik sebagai tanaman penghasil getah maupun sebagai pendukung utama kelestarian ekosistem kawasan hutan.

Di Indonesia, Kemenyan identik dengan hal yang berbau mistis padahal tanaman Kemenyan memiliki manfaat ekologis serta nilai-nilai sosial yang tinggi dan apabila dikembangkan juga memiliki potensi dan prospek yang menggiurkan dari segi ekonomi. Kemenyan merupakan salah satu produk yang menghubungkan Indonesia dengan dunia luar.

“Sejak abad ke-7 kita sudah terhubung dengan Mesir, Timur Tengah, dan Cina dengan produk-produk yang seperti ini, salah satunya Kemenyan yang sangat diminati dunia luar karena disamping digunakan untuk kosmetik juga digunakan sebgai pengawet,” ungkap Tiara memulai dialog.

“Produktivitas Kemenyan terbesar di Sumatera Utara berada di daerah Tapanuli Utara, yang kedua di Humbang Hasundutan, dan daerah yang ketiga adalah Pakpak Bharat,” sambung Pratiara.

Getah kemenyan merupakan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan memiliki kontribusi yang cukup tinggi bagi pendapatan asli daerah di Tapanuli, Sumatera Utara. “Kemenyan, periuk nasi orang Tapanuli,” kata Pratiara.

Jenis kemenyan yang dibudidayakan di Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan yaitu Kemenyan Toba (Styrax sumatrana) dan Kemenyan Durame (S. benzoin). “Diantara kedua jenis tersebut, Kemenyan Toba lebih disukai karena memiliki kualitas getah yang lebih baik dengan harga jual yang relatif lebih tinggi,” jelas Pratiara.***

Write a comment

Komentar