Berantas Karhutla Sampai ke Pelosok Desa, KLHK Bentuk Masyarakat Peduli Api

Posted By lusi 09 October 2017 - 04:54 am

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jumat, 6 Oktober 2017.Demi memberantas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, berbagai pihak mulai dari pemerintah, lembaga peduli lingkungan, hingga masyarakat diimbau untuk turut serta mengambil peran. Dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berupaya mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dengan membentuk program Masyarakat Peduli Api (MPA). 

 
Masyarakat Peduli Api ini beranggotakan masyarakat yang secara sukarela dan peduli terhadap pengendalian karhutla. KLHK pun berkomitmen untuk melatih dan memberikan pembekalan teknis dalam upaya pencegahan karhutla. 
 
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B. Panjaitan mengungkapkan bahwa MPA dibentuk di desa-desa tertentu yang menjadi sasaran, yaitu desa yang berbatasan dengan kawasan hutan dan desa rawan kebakaran. Desa-desa ini menjadi prioritas dibentuknya MPA agar masyarakat dapat terlibat aktif dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di desanya. 
 
“Sampai saat ini, KLHK sudah membentuk Masyarakat Peduli Api di 26 provinsi sebanyak 664 regu di desa-desa rawan kebakaran hutan dan lahan, baik di wilayah Sumatera dan Kalimantan maupun di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku. Jumlah anggota MPA yang sudah dibentuk ada 9.963 orang”, jelas Raffles. 
 
Pelatihan dan pembekalan teknis yang diberikan KLHK terhadap kelompok MPA meliputi beberapa aspek yaitu, gambaran umum pengendalian karhutla, teknik dasar pencegahan, dasar pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB), teknik dasar pemadaman kebakaran, dan dilengkapi dengan praktek di lapangan. Dalam mendukung kelompok MPA, KLHK juga memberikan peralatan sederhana untuk perlengkapan pribadi dan pemadaman dini karhutla.
 
Pada Kamis 05/10/2017, Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim – KLHK bersama dengan Daops Manggala Agni Labuhan Batu, Sumatera Utara akhirnya membentuk 2 (dua) regu MPA di salah satu desa yaitu desa Padang Bujur Baru, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawa. Desa tersebut termasuk wilayah yang dikategorikan rawan terjadinya karhutla. 
 
Dengan regu dan materi yang telah diberikan tersebut, diharapkan MPA dapat berperan serta membantu Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK - Manggala Agni dalam melakukan upaya pencegahan karhutla. Hal ini merupakan metode dan upaya baru dari KLHK dalam mencegah karhutla dari desa tempat tinggal masyarakat maupun juga dapat menjadi simpul komunikasi para petugas di lapangan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di desa tertentu.
 
Hingga malam tadi (05/10/2017), menurut pantauan dari Satelit NOAA terdapat jumlah hotspot sebanyak 2.339 titik di seluruh Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2016, jumlah hotspot tercatat sebanyak 3.486 titik. Hal tersebut menunjukkan penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.147 titik atau 32,90%.
 
Begitu juga pantauan satelit TERRA-AQUA (NASA) mencatat terdapat 1.798 hotspot. Jumlah ini juga menurun sebanyak 1.738 titik (49,15%), jika dibandingkan dengan tahun 2016 pada periode yang sama, yaitu sebanyak 3.536 titik.
 
Sementara pantauan hotspot di hari Kamis 5 Oktober 2017 dari hasil Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK berdasarkan satelit NOAA, terdapat 3 hotspot di seluruh wilayah Indonesia, yaitu di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara (2 titik). Sedangkan berdasarkan TERRA AQUA (NASA) confidence level ?80% terdapat 8 hotspot, yaitu di Provinsi Sulawesi Tengah 2 titik dan Nusa Tenggara Timur 6 titik. 
 
Write a comment

Komentar