BP2TSTH Kuok Serahkan Sertifikat Sumber Benih kepada Masyarakat Adat Guguk di Merangin, Jambi

Posted By Rizda 13 September 2017 - 07:07 am

BP2TSTH (Kuok, 12/08/2017)_Senin (11/09), Kepala Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok, Ir. R. Gunawan Hadi Rahmanto, M.Si menyerahkan sertifikat sumber benih jenis Giam (Cotylelobium melanoxylon) dan Meranti Sapat (Shorea sp.) kepada masyarakat adat guguk, Kec. Renah Pembarap, Kab. Merangin, Jambi. Sertifikat diterima oleh perwakilan masyarakat adat Guguk yaitu Abu Sama selaku ketua pengelola hutan adat dan Syafri selaku Kaur Umum Desa Guguk.

“Sertifikasi sumber benih untuk jenis-jenis langka merupakan salah satu upaya untuk melestarikan dan membangun hutan yang lebih baik lagi. Penunjukan kawasan hutan adat Guguk sebagai areal sumber benih untuk regenerasi selain secara alami juga sebagai penyedia benih bagi jenis tumbuhan asli (native species), kata Gunawan dalam sambutannya. 

Penyerahan sertifikat dilaksanakan di Kantor Desa Guguk dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan masyarakat termasuk Ketua Pengelola Hutan Adat Guguk, parat Pemerintah Desa Guguk dan Ketua BPD Desa Guguk. 

“Kami mewakili masyarakat desa adat Guguk sangat berterimakasih kepada BP2TSTH Kuok yang telah peduli terhadap hutan adat beserta masyarakatnya karena sertifikasi ini akan sangat berguna nantinya bagi kelestarian hutan maupun ekonomi masyarakat disekitar kawasannya”, ujar Abu Sama, ketua pengelola hutan adat Guguk. 

Sertifikasi sumber benih ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan penelitian berjudul "Indigenous Species of Sumatera", kerjasama antara BP2TSTH dengan ITTO (International Tropical Timber Organization). Fasilitasi usulan sertifikasi sumber benih telah dilakukan selama kurang lebih 6 bulan dan telah mencapai hasilnya dengan diterbitkannya sertifikat sumber benih oleh BPTH Wilayah I Sumatera. 

Desa Guguk terletak di Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi. Salah satu hutan adat di Desa Guguk yang saat ini masih dipertahankan terdapat di Bukit Tapanggang seluas 690 hektar. Kawasan ini ditetapkan menjadi hutan adat sejak tahun 2003 melalui Surat Keputusan Bupati Merangin Nomor : 287 Tahun 2003 pada tanggal 23 November 2003. 

Dari hasil eksplorasi yang telah dilaksanakan disimpulkan bahwa di kawasan hutan adat Guguk terdapat hamparan Giam (Cotylelobium melanoxylon) dan Meranti Sapat (Shorea sp.) yang tergolong bagus dibandingkan dengan daerah lainnya di Sumatera. Sehingga, kawasan tersebut dapat dijadikan sebagai areal sumber benih dan sumber plasma nutfah. 

Eka Novriyanti, Ph.D., selaku Project Coordinator turut mengapresiasi sambutan dan dukungan yang diberikan serta menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Guguk. Eka berharap semoga hubungan yang telah terbina baik ini dapat terus berjalan melalui kegiatan-kegiatan lainnya.***HK & ASY

Write a comment

Komentar