Inisiasi Pilot Project: Macadamia untuk Danau Toba

Posted By Rizda 13 September 2017 - 06:21 am

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, 08/09/2017)_Dalam rangka menginisiasi Pilot Project: penanaman macadamia terintegrasi dengan lebah, nilam, dan teknologi arang kompos untuk rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) dan sumber pendapatan masyarakat di Danau Toba, Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli mengadakan diskusi dengan para pihak.

Melalui kegiatan yang diadakan di Kampus Kehutanan Terpadu BP2LHK Aek Nauli, Jumat (08/09) ini, para peserta yang hadir diharapkan dapat mendukung kegiatan ini khususnya instansi atau perusahaan yang berkepentingan dengan Danau Toba.

"Litbang akan berusaha untuk mencari solusi untuk perbaikan kerusakan kawasan Danau Toba, untuk itu, hari ini BP2LHK Aek Nauli memperkenalkan Macadamia integrifolia sebagai tanaman RHL kawasan Danau Toba yang mampu bertahan terhadap kebakaran dan buahnya dapat dikomsumsi masyarakat,” kata Ismed Syahbani, S.Hut mewakili Kepala Balai dalam pembukaan acara.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan KLHK, Ir. Dwi Sudharto., M.Si dan diikuti oleh 30 instansi dan para pihak yang berkepentingan dalam pengembangan Destinasi Wisata Nasional Danau Toba.

Pada kesempatan ini Dwi Sudharto menyampaikan agar hasil Iptek yang ada di BP2LHK Aek Nauli dapat dikembangkan untuk kepentingan Danau Toba. Harapannya agar semua pihak yang terkait harus saling share dan care. Agar hasil litbang tidak hanya berada di dalam buku dan jurnal saja, tetapi dapat diaplikasikan secara langsung untuk masyarakat.

Dwi juga menambahkan harapannya agar setiap perusahaan yang berada disekitar Danau Toba dapat menjadi motor dan mengambil peran dalam kegiatan ini.

Dalam kesempatan ini, Dwi Sudharto juga membacakan kata sambutan dari Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (BLI), KLHK, bahwa kegiatan ini merupakan penyampaian hasil proses hasil litbang agar dapat diterapkan secara luas.

Kabadan Mengharapkan komunikasi antara litbang dan instansi terkait lainnya dan hasil iptek dapat dimanfaatkan untuk umat khususnya untuk menghijaukan Danau Toba. Kabadan juga mengapresiasi kegiatan kali ini, agar semua pihak dapat bergandengan tangan untuk menghijaukan Danau Toba dan mensejahterakan masyarakat sekitar Danau Toba.

Selaku narasumber, Dr. Aswandi, memaparkan tentang pilot project penanaman macadamia integrifolia yang diintegrasikan dengan budidaya lebah madu, nilam dan teknologi arang terpadu untuk rehabilitasi hutan dan lahan serta pengembangan sumber pendapatan masyarakat di Danau Toba. Disusul dengan Aam Hasanuddin, S.Hut yang memaparkan tentang bagaimana memaksimalkan produktivitas kegiatan perlebahan pada masyarakat.

Banyak saran, masukan, serta harapan yang disampaikan oleh peserta diskusi. Kepala Balai Pengelolaan DAS Asahan Barumun, Ir. Tekstiyanto yang turut hadir mengatakan akan mendukung kegiatan penanaman macadamia, saat ini BPDAS AB telah mempunyai kebun pangkas yang telah ditanami macadamia.  Tekstiyanto berharap ada diskusi lanjutan tentang ini.

Demikian juga dengan Toba Pulp Lestari (TPL), Badan Otorita Danau Toba (BODT), PTPN IV, dan instansi lainnya siap mendukung dan membantu kegiatan yang berhubungan dengan penghijauan Danau Toba ini, khususnya penanaman makadamia untuk Danau Toba.

"Makadamia untuk Danau Toba dapat menjadi tag line dalam membangun Danau Toba. Kami membutuhkan akses lebih untuk kegiatan wisata di Danau Toba dan dengan adanya makadamia serta madu sangat cocok dijadikan spot wisata sekitar Danau Toba,’’ kata Faisal, perwakilan dari BODT.

Diskusi Inisiasi Pilot Project ini diakhiri dengan melakukan kegiatan penanaman makadamia di kawasan Arboretum BP2LHK Aek Nauli, mengenalkan budidaya lebah madu yang telah dikembangkan di BP2LHK Aek Nauli dan pembagian bibit macadamia pada peserta.***Donna C. Pandiangan

Write a comment

Komentar