Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan, 2.100 Personel Manggala Agni Siaga di Wilayah Rawan

Posted By lusi 12 September 2017 - 10:54 am

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Selasa, 12 September 2017. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Raffles B. Panjaitan menegaskan bahwa untuk mengoptimalkan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), KLHK telah menyiagakan 2.100 personel Brigade Pengendalian Karhutla KLHK Manggala Agni di provinsi rawan karhutla.

 
“Selain kekuatan Manggala Agni yang tergabung dalam Daerah Operasi, KLHK juga menyiagakan personil dalkarhutla di kawasan-kawasan konservasi di bawah pengelolaan Balai Taman Nasional dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam di seluruh wilayah Indonesia”, imbuh Raffles B. Panjaitan.
 
Hal ini untuk mengantisipasi prediksi Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang menunjukkan sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, dan Papua masih berada pada kondisi sangat mudah terbakar. Tidak hanya di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang selama ini menjadi fokus upaya pengendalian karhutla, wilayah lain seperti Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua juga harus diwaspadai.
 
Sementara itu, upaya pemadaman terus dilakukan oleh Brigade Dalkarhutla KLHK, Manggala Agni (11/09/2017). Di Kalimantan Tengah, Manggala Agni melakukan pemadaman di tiga lokasi meliputi Desa Henda (Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau) dengan luas areal terbakar ± 1,6 Ha; Desa Pasir Panjang (Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat), dengan luas areal terbakar ± 3 Ha; Desa Karang Anyar (Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat) dengan luar areal ± 1 Ha. Dibekali semangat dan kerja keras, akhirnya kebakaran dapat dikendalikan.
 
Di Kalimantan Selatan, Manggala Agni Daops Banjar melaksanakan pemadaman di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama di Guntung Harapan (Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru) dengan luas lahan terbakar ± 45 Ha. Lokasi kedua berada di Jalan A. Yani (Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru) dengan luas areal yang terbakar ± 3 ha. Upaya pemadaman oleh Manggala Agni berhasil mencegah kebakaran tidak meluas. 
 
Sedangkan di Jambi, Manggala Agni melakukan groundcheck hasil pantauan hotspot di wilayah sekitar konsesi salah satu perkebunan di Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo. Hasil pengecekan ditemukan lahan bekas kebakaran yang berada di lahan milik masyarakat dengan luas ± 3 Ha.
 
Data Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK tanggal 11 September 2017 pukul 20.00 WIB, memantau 23 titik panas (hotspot) pada satelit NOAA19, dengan rincian Jabar 2 titik (Kabupaten Sukabumi, Subang); Jatim 1 titik (Kabupaten Lumajang); Kalteng 1 titik (Kabupaten Pulang Pisau); Kalsel 2 titik (Kabupaten Banjar, Tanah Laut) Kep. Riau 1 titik (Kabupaten Lingga); Kalbar 2 titik (Kabupaten Ketapang); Lampung 1 titik (Kabupaten Lampung Utara); Babel 1 titik (Kabupaten Bangka Selatan); Sumsel 11 titik (Kabupaten Muara Enim, Musirawas, OKI, OKU, OKU Selatan, OKU Timur); Riau 1 titik (Kabupaten Rokan Hilir). Dengan demikian, berdasarkan Satelit NOAA untuk periode tanggal 1 Januari – 11 September 2017 sebanyak 1.817 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 2.578 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 761 titik / 29,51%).
 
Sedangkan berdasarkan Satelit TERRA AQUA (NASA) Confidence Level >80%, terpantau 26 titik hotspot dengan rincian Babel 2 titik (Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Barat); Jatim 7 titik (Kabupaten Nganjuk, Lumajang, Ponorogo, Probolinggo); Kalteng 5 titik (Kabupaten Kabupaten Pulangpisau, Kotawaringaintimur); Sumsel 3 titik (Kabupaten OKU Selatan); Papua 1 titik (Kabupaten Merauke); Kalsel 3 titik (Kabupaten Banjar, Tanah Laut); Kalbar 4 titik (Kabupaten Ketapang); Lampung 1 titik (Kabupaten Waykanan); 
 
Berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Confidence Level >80% periode tanggal 1 Januari – 11 September 2017 terpantau 1.130 titik hotspot, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.180 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 2.050 titik / 64,46%).(*)
Write a comment

Komentar